GAYA BELAJAR DAN MODALITAS BELAJAR SISWA

By. Redaksi ideguru

Abstrak : banyak guru yang menyebut salah satu muridnya adalah anak nakal tanpa dasar, padahan setiap anak mempunyai learning styles yang berbeda, naa…..para guru Indonesia mari kita baca artikel ini, dari sini kita tahu mengapa murid kita seperti itu, Selamat membaca

Ada seorang anak di sekolah, sebut saja Budi. Ia sebenarnya anak yang pintar, tetapi karena sering tidak memperhatikan saat guru mengajar di kelas, Budi diberi label sebagai “anak nakal”. Ia sering membuat kegaduhan saat belajar, mengganggu teman yang lain, atau bermain-main sendiri saat guru mengajar.

Ibu Andi, salah seorang guru di sekolah tersebut, mencoba memecahkan masalah yang dihadapi Budi. Dalam beberapa kali pertemuan, ia melakukan observasi kelas bagaimana proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas. Setelah beberapa waktu mengumpulkan informasi, ia mengambil satu kesimpulan penting, bahwa Budi tidak suka dengan cara mengajar guru-gurunya, terutama jika hanya disampaikan dalam bentuk ceramah di depan kelas. Karena itu, saat guru mengajar, ia lebih asyik untuk bermain dengan anak-anak yang lain.

Ibu Andi kemudian mencoba cara yang berbeda dalam mengajar. Saat ia masuk kelas, ia mengajak siswa untuk keluar kelas dan melakukan pembelajaran di luar kelas. Ia bagi kelasnya menjadi beberapa kelompok, kemudian melakukan berbagai pekerjaan kelompok sesuai dengan tugas-tugas yang telah diberikan. Budi ternyata sangat antusias dengan model pembelajaran semacam ini. Ia tidak lagi melakukan perbuatan iseng atau nakal terhadap teman-temannya, bahkan ia terus menyemangati anggota kelompoknya untuk mengerjakan tugas yang diberikan.

Lain lagi permasalahan yang dialami Ibu Parti. Problemnya sama, beberapa anak didiknya tidak mau mendengarkan saat ia mengajar di depan kelas. Ia lalu mencoba mengubah metode belajar mengajarnya. Setiap hari, ia menyiapkan gambar-gambar, poster, peta, bahkan beberapa film yang sesuai dengan tema yang diajarkan. Ternyata cara tersebut berhasil. Para siswa mulai antusias dengan pelajaran yang diberikan, dan merekapun lambat laun menyenangi proses belajar mengajar tersebut.

Apa yang dialami Ibu Andi dan Ibu Parti merupakan masalah umum yang sering dialami oleh guru-guru di sekolah. Sebagai anak-anak yang masih dalam umur lebih banyak bermain, mengatur mereka agar mengikuti proses belajar mengajar di kelas dengan baik bukanlah perkara yang mudah.

Salah satu hal yang sering dilupakan oleh para guru adalah bahwa setiap anak dengan latar belakang berbeda mempunyai keunikan tersendiri dalam belajar. Mereka mempunyai cara masing-masing dalam memperoleh dan mengolah informasi. Gaya inilah yang disebut dengan gaya belajar (learning style).

Banyak ahli yang menggunakan istilah berbeda-beda dalam memahami gaya belajar ini. Tetapi secara umum, menurut Bobby DePotter terdapat dua benang merah yang disepakati tentang gaya belajar ini. Pertama adalah cara seseorang menyerap informasi dengan mudah, yang disebut sebagai modalitas, dan kedua adalah cara orang mengolah dan mengatur informasi tersebut.

Modalitas belajar adalah cara kita menyerap informasi melalui indera yang kita miliki. Masing-masing orang mempunyai kecenderungan berbeda-beda dalam menyerap informasi. Terdapat tiga modalitas belajar ini, yaitu apa yang sering disingkat dengan VAK: Visual, Auditory, Kinestethic.

Visual

Modalitas ini menyerap citra terkait dengan visual, warna, gambar, peta, diagram. Model pembelajar visual menyerap informasi dan belajar dari apa yang dilihat oleh mata. Beberapa ciri dari pembelajar visual di antaranya adalah:

  1. Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar.
  2. Suka mencoret-coret sesuatu, yang terkadang tanpa ada artinya saat di dalam kelas
  3. Pembaca cepat dan tekun
  4. Lebih suka membaca daripada dibacakan
  5. Rapi dan teratur
  6. Mementingkan penampilan, dalam hal pakaian ataupun penampilan keseluruhan
  7. Teliti terhadap detail
  8. Pengeja yang baik
  9. Lebih memahami gambar dan bagan daripada instruksi tertulis

Auditori

Model pembelajar auditori adalah model di mana seseorang lebih cepat menyerap informasi melalui apa yang ia dengarkan. Penjelasan tertulis akan lebih mudah ditangkap oleh para pembelajar auditori ini. Ciri-ciri orang-orang auditorial, di antaranya adalah:

  1. Lebih cepat menyerap dengan mendengarkan
  2. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  3. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  4. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara.
  5. Bagus dalam berbicara dan bercerita
  6. Berbicara dengan irama yang terpola
  7. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
  8. Suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar
  9. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  10. Suka musik dan bernyanyi
  11. Tidak bisa diam dalam waktu lama
  12. Suka mengerjakan tugas kelompok

Kinestetik

Model pembelajar kinestetik adalah pembelajar yang menyerap informasi melalui berbagai gerakan fisik. Ciri-ciri pembelajar kinestetik, di antaranya adalah:

  1. Selalu berorientasi fisik dan banyak bergerak
  2. Berbicara dengan perlahan
  3. Menanggapi perhatian fisik
  4. Suka menggunakan berbagai peralatan dan media
  5. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
  6. Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
  7. Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
  8. Belajar melalui praktek
  9. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  10. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
  11. Banyak menggunakan isyarat tubuh
  12. Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
  13. Menggunakan kata-kata yang menandung akso
  14. Menyukai buku-buku yang berorientasi pada cerita
  15. Kemungkinan tulisannya jelek
  16. Ingin melakukan segala sesuatu
  17. Menyukai permainan dan olah raga

Sumber : Akbar Zainudin dalam kompasiana edukasi

About these ads

3 Balasan ke GAYA BELAJAR DAN MODALITAS BELAJAR SISWA

  1. [...] kepercayaan-kepercayaan lama yang keliru mengenai belajar dan mengajar dan artikel ke-2 tentang memahami gaya belajar dan modalitas siswa, maka kali ini kami akan membahas tentang tips mengetahu gaya belajar siswa, apakah Visual, auditori, atau Kinestetik. [...]

  2. ukhty dina mengatakan:

    assaalamualaikum.
    maaf pak, tanya. karakteristik modalitas yang baoak sebutkan di atas referensinya apa ya? deporter juga atau pakai yg lain?

  3. ukhty dina mengatakan:

    jika punya instrument untuk gaya belajar, mohon berkenan untuk di email ke kami ya..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: