Lamongan Oh…Lamongan

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Selamat malam pembaca blog Ideguru

Kalau hari ini, Senin, 12 mei 2014, kita membaca Jawa Pos. pasti kita semua terkejut, betapa nistanya dunia pendidikan di Indonesia, bukti kecurangan UNAS terbongkar, hanya karena ingin mendapat predikat peraih nilai rata-rata UNAS terbaik atau karena ingin disebut sebagai Kabupaten peraih UNAS terbaik, beberapa guru dan kepala sekolah baik negeri dan swasta yang tergabung dalam forum kepala sekolah di Kabupaten Lamongan tega menghianati tujuan pendidikan nasional yang termaktub dalam UU.No. 20 tahun 2003 “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”

Dalam berita di Jawa Pos tersebut, kelakuan para guru dan Kepala Sekolah di Lamongan sangat tercela, mereka mencuri satu bendel soal yang berisi 20 paket soal, kemudian  mereka memanggil para guru yang berkompeten selanjutnya mereka mengerjakan kroyokan dan serba cepat, hasil dari kerja mereka dibagikan di  beberapa SMA Negeri/Swasta melalui Forum Kepala Sekolah meski sekarang masih dalam taraf penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Memang selama ini, Kabupaten Lamongan terkenal sebagai salah satu daerah yang menjadi langganan juara peraih UNAS terbaik baik tingkat SMP/SMA baik Jawa Timur atau Tingkat Nasional, misalnya pada tahun 2013 dari 10 sekolah peraih rata-rata UNAS terbaik tingkat SMA se-Indonesia, tiga sekolah berasal dari Kabupaten Lamongan (Sumber Kompas.com atau baca link disini ) yang menjadi pertanyaan, apakah prestasi mereka selama ini diperoleh dengan jujur atau sebaliknya? wallohu a’lam, hanya Allah SWT yang maha tahu, paling tidak koran Jawa Pos hari ini (Senin, 12 Mei 2014)  sedikit memberi bukti adanya temuan kecurangan tersebut. dan saya yakin kecurangan di Lamongan ini hanya satu yang ketahuan, yang tidak ketahuan saya yakin banyak, meski saya tidak bisa memberi bukti. hal ini disebabkan adanya egoitas para kepala daerah dan kepala dinas serta kepala sekolah yang ingin dianggap sebagai yang “berprestasi dan terbaik” meski harus menghalalkan segala cara dengan menggadaikan keimanan dan ketaqwaan.

Sekarang yang kita tunggu, jika Kepolisian berhasil menguak semua pelaku kejahatan terdidik ini. adalah hukuman apa yang akan diberikan oleh kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Jawa Timur serta Bupati Lamongan kepada para guru dan kepala Sekolah, beranikah seperti Kota Surabaya, masih ingatkah kasus SDN GADEL Surabaya, yang mana guru kelas 6 meminta tolong kepada murid terpandai yang bernama Aam untuk memberi tahu temannya saat UNAS, dalam kasus tersebut guru kelas 6 dan Kepala Sekolah dikantorkan di UPTD dengan pekerjaan menerima dan mengantarkan surat dan diturunkan 1 tingkat. Dalam kasus di Lamongan jikalau betul dan terbukti hukuman yang paling cocok adalah memecat para guru dan Kepala Sekolah yang mencuri dan memberitahu siswa melalui kunci jawaban yang sebelumnya sudah dikerjakan oleh para guru itu. kasus ini layak kita tunggu, bagaimana penegakan hukum di negeri ini. apakah kasus lamongan ini menjadi pintu gerbang untuk mengungkap kasus kecurangan UNAS di daerah lain atau kasus ini akan menguap dan berhenti tanpa ada solusi, sekali lagi mari kiat tunggu. Bagaimana menurut pendapat anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: