KAPAN SEKOLAH KAMI MASUK INTERNET?

Oleh : Sahat H Pakpahan, S.Pd

Ideguru, 7 Juni 2010.

Judul tulisan ini merupakan wujud kegelisahan saya sebagai guru sekaligus pertanyaan besar bagi pemerintahan sekarang terkhusus kepada kementerian pendidikan nasional. Program 100 hari yang katanya 99 persen lebih telah berhasil masih menyisakan keraguan. Terkhusus dalam bidang pendidikan. Seratus hari memang bukan waktu yang lama dan terlalu singkat, namun istilah program seratus hari kan muncul dari pernyataan presiden, karena itu harus dipertanggungjawabkan.

Staff khusus Mendiknas bidang komunikasi media pernah mengatakan : “Dari delapan program 100 hari Kementerian Pendidikan Nasional, tiga di antaranya memang telah selesai sebelum batas akhir 100 hari. Ketiga program itu; (i) penyediaan internet secara massal di sekolah; (ii) beasiswa perguruan tinggi untuk siswa SMA/SMK/MA berprestasi dan kurang mampu (Beasiswa Bidik Misi), dan (iii) penyusunan dan penyempurnaan Renstra 2010-2014. Lima program lainnya, yaitu (iv) penguatan kemampuan kepala dan pengawas sekolah; (v) penyusunan kebijakan khusus bagi guru yang bertugas di daerah terdepan dan terpencil; (vi) pengembangan budaya dan karakter bangsa; (vii) pengembangan metodologi belajar mengajar; dan (viii) roadmap sinergitas lembaga pendidikan (Depdiknas-Depag) dengan pengguna lulusan untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan juga telah selesai bersamaan dengan tenggat 100 hari yang telah ditentukan”.(MediaIndonesia.com).

Dari pernyataan diatas dikatakan bahwa program penyediaan internet secara massal di sekolah telah selesai sebelum batas akhir 100 hari. Disinilah tadi letak kegelisahan saya sebagaimana saya ungkapkan di awal tulisan ini. Karena sampai detik ini, disekolah tempat dimana saya “memanusiakan anak manusia” belum ada internet. jika demikian berhasilkah program yang bernama penyediaan internet secara massal di sekolah? Jangankan secara massal, satu saja pun tidak ada.

Alhasil proses belajar-mengajar di sekolah pun tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Saya tidak tahu apakah ini kesalahan di tingkat pusat atau di daerah. Yang jelas bahwa, secara khusus di sekolah kami belum masuk internet, secara umum di kabupaten Simalungun.

Sebagai guru yang di percayakan mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) di tingkat akhir semester genap pada Sekolah Menengah Pertama tentunya sangat membutuhkan fasilitas internet guna tercapainya tujuan pembelajaran sehingga dengan demikian peserta didik jadi melek internet. Meskipun guru nya telah memiliki laptop dan adanya infocus sebagai media pembelajaran namun ketidaktersediaan internet di sekolah tetap saja menghambat tercapainya tujuan pembelajaran.

Tuntutan Kurikulum

Berdasarkan standar isi 2006, mata pelajaran TIK diharapkan dapat membantu siswa untuk mengenal, menggunakan, serta merawat peralatan teknologi informasi dan komunikasi. Siswa juga diharapkan dapat menggunakan segala potensi yang ada untuk mengembangkan kemampuan diri. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan dapat memberikan motivasi dan kesenangan kepada siswa untuk belajar dan bekerja secara mandiri dengan cara yang lebih mudah. Selain itu siswa dituntut mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif.

Terlebih lagi Standar Kompetensi(SK) untuk semester genap ini pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP) adalah menggunakan internet untuk memperolah informasi, yang di jabarkan menjadi tiga Kompetensi Dasar(KD) antara lain; pertama, Mendemonstrasikan akses internet sesuai dengan prosedur. Dijabarkan dalam bentuk mempraktekkan browsing, membuat e-mail, membuka dan mengirim e-mail dll. Kedua, Mengidentifikasi beberapa layanan informasi yang ada di Internet, dan ketiga Mengakses beberapa situs untuk memperoleh informasi yang bermanfaat. Jika tidak ada internet bagaimana semua kompetensi ini dapat tercapai?

Karena itu ketersediaan internet di sekolah tidak bisa hanya sebatas program tanpa implementasi nyata di lapangan. Para siswa teramat haus untuk segera meneguk ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan TIK. Di kepala mereka menyembul beragam pertanyaan tentang apa dan bagaimana itu facebook, twitter, chating, google, yahoo atau layanan internet lainnya , yang di media elektronik(televisi) kerap terlihat dan dikabarkan.

Penasaran mereka akan jejaring sosial semisal facebook laksana gunung es yang menanti untuk dileburkan. Keingintahuan mereka terhalang oleh tingginya benteng pembatas fasilitas antara sekolah di kota dengan di desa. Mulut para laskar pelangi menganga dan mata mereka hanya terbelalak mengisyaratkan keheranan tatkala saya membicarakan tentang internet. Pemahaman mereka akan dunia maya tetap dangkal disebabkan pemangku kebijakan yang sibuk mengurus perubahan anggaran serta permasalahan Ujian Nasional(UN) ketimbang menyadari berapa banyak uang yang dapat dimanfaatkan dari pelaksanaan UN untuk dialokasikan guna melengkapi sekolah-sekolah dengan beragam fasilitas –salah satunya internet.

Seorang bijak pernah menuliskan, guru yang hebat adalah guru yang apabila dia sudah pergi, murid-muridnya dapat berkata, “Kami bisa melakukannya sendiri”.

Saya percaya ketersediaan internet di sekolah berperan penting membuat para peserta didik berkata, “Kami bisa melakukannya sendiri”. Sehingga dengan demikian saya tidak akan menjawab “ ya, kapan-kapan” ketika siswa-siswa saya bertanya, “kapan sekolah kami masuk internet?”.

Penulis adalah alumni Unimed,  Guru SMP Neg 1  Jorlang Hataran Kab, Simalungun

Tulisan ini pernah dimuat di harian Analisa : 9 maret 2010

———————————————————————————————-

DATA KONTRIBUTOR

Identitas diri :

Nama                             : Sahat H. Pakpahan, S.Pd

Pekerjaan                   : GURU

Alamat Kantor       : SMPN 1 Jorlanghataran Kabupaten

Simalungun.

Email.                          : sahat_fisika@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: