BELAJAR KEHIDUPAN DARI MBOK PENJUAL PECEL

Oleh Mudzakkir Hafidh*

Kalau kita lewat terminal Anjuk Ladang Nganjuk saat malam hari sekitar jam 19.00, di sana ada seorang mbah yang berusia 85 tahun, ia seorang penjual pecel, nampak raut muka di wajahnya, ia teramat tua untuk menjadi penjual pecel, namun ia tetap semangat melayani para pembeli nasi pecelnya. kelihatan tangannya masih terampil mengambil nasi, sayur, dan bumbu pecel mengingat usianya yang sudah udzur.

Saat ia melayani seorang pembeli, tiba-tiba seorang supir bis jurusan Surabaya-Yogyakarta mengahampiri dan menyapanya “Mbah, sampean kok masih jualan saja, padahal sudah tua, bagaimana resepnya?” ternyata bapak supir itu adalah langganan si mbah pecel tersebut, ia sudah menjadi pelanggan si mbah sejak 20 tahun yang lalu saat ia baru menjadi seorang supir bis pada sebuah perusahaan otobus. Mendengar partanyaan Bapak supir itu, mbah pecel itu menjawab” leh. sing penting sampean sabar njalani urip iki, nerimo ing pandume gusti, ojo kakean sing dipikir, kabeh iku wis ono garis uripe, sing penting sampean kerjo sing tenanan lan sabar”. (mas, yang penting sabar menjalani hidup ini, menerima apapun yang diberikan oleh tuhan, jangan banyak yang dipikir, semua itu sudah ada garis hidupnya dari tuhan, yang penting kamu kerja yang sungguhan dan sabar).

Mendengar jawaban si mbah tadi , saya yang juga makan pecel di situ terhenyak, betul juga perkataan mbah tadi, sekarang banyak orang tidak sabar dalam mengahadapi hidup ini, mulai rakyat jelata sampai pejabat, gara-gara tidak tahan terhadap beban hidup ini, yang miskin ingin cepat kaya, yang kaya pingin tambah kaya, jalan pintas pun diambil, mulai dari mencuri, merampok, membunuh, korupsi dan lainnya.

Resep si mbah layak kita lakukan Jika manusia sabar hidupnya akan tenang, kalau sudah seperti itu, maka ia akan menjalani kehidupan dengan berbagai problemnya ini dengan santai dan tanpa beban. karena hal itulah yang mendukung kesehatan badan, dan pikiran kita. *Guru SDN Menanggal 601 Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: