NASIB DAN MASA DEPANMU ADA DI TANGANMU

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Wahai pembaca ideguru yang terhormat.
Sering kita menjumpai beberapa dari kita, mungkin termasuk saya kali ya…menggerutu, baik diucapkan lirih, disampaikan ke orang lain, atau disimpan dalam hati tentang latar belakang kita, mengapa terlahir dari keluarga yang kekurangan, miskin, keluarga desa, keluarga tidak berpendidikan, dan lain-lainnya yang menyebabkan ketidaksuksesannya.


Sadarkah kita, keterbatasan tersebut bukan satu-satunya penghalang kesusksesan kita , sebaliknya bagi manusia bijak, keterbatasan dan keadaan tersebut menjadi cambuk baginya, ia kemas keadaan itu sebaik mungkin dengan penuh strategi sehingga menjadi pelita dan obor bagi kehidupannya, dari situlah matahari kehidupan muncul menyinari kegelapan sehingga dunia menjadi terang benderang.

Karena keadaan dan keterbatasan dalam kehidupannya, justru banyak tokoh terkenal terlahir dan muncul dalam berita dunia, cobalah mari kita renungi bacaan di bawah ini yang menggambarkan manajemen diri (self manajemen) lebih penting dari kemewahan atau latar belakang kehidupannya.

Pada perlombaan memasak tingkat internasional untuk memperebutkan sebutan juara 1 masak tingkat Internasional, pada babak final yang menyisakan 2 peserta, peserta pertama membawa bahan masakan sebagai bnerikut : gandum yang agak patah-patah, gula lama agak keras karena terkena air, margarine lama, kompor kecil berbahan bakar minyak tanah, dan alat memasak kuno yang sudah ketinggalan jaman. Sedang Peserta yang kedua, membawa bahan masakan berkualitas, gandum utuh, gula fresh dari pabrik, mentega masih kenyal. peralatan memasak yang mutakhir, serta kompor memasak berbahan bakar gas biru.

Pada saat pertandingan peserta pertama memperlakukan bahan yang biasa-biasa saja itu dengan cekatan, ia bentuk bahan itu menjadi sebuah menu masakan yang bergizi dan ia hidangkan dengan tatanan hidangan yang berkelas. Sedang peserta kedua terlihat kebingungan memperlakukan bahan yang ia bawa, meskipun bahan-bahan ya ia bawa berkualitas, namun ia gagal mengolahnya menjadi masakan yang berkualitas dan tidak mampu pula menghidangkan dengan tatanan yang baik. Akhirnya peserta pertama yang memenangkan lomba itu.

Cerita kehidupan seperti perlombaan diatas, seringkali kita lihat dalam realita kehidupan ini, seseorang yang mempunyai bekal kehidupan berlimpah ruah, karena orang tua yang kaya, dari kekayaannya itu dapat membiayai sekolah anak-anaknya, namun sang sang anak justru tidak berhasil dalam belajarnya, sebaliknya ada juga seseorang yang terlahir dari keluarga miskin, orang tua tidak berpengetahuan, namun justru sang anak tersebut dapat memperlakukan keterbatasannya itu menjadi cambuk baginya untuk menjemput kesuksesannya.
Karena itu, marilah kita ciptakan masa depan kita, kita atur hidup kita sendiri untuk menuju kesuksesan tersebut, jangan sekali-kali mengharapkan bantuan orang lain, menunggu pertolongan saudara, atau menunggu nasib baik, tapi mari kita lekas bangun, keterbatasan jadikanlah sebuah cambuk pelecut semangat kita untuk memeperlakukan kehidupan kita, berusaha, beribadah, dan berdoa, gagal sekali bangun lagi begitu seterusnya, sampai kita mewujudkan cita-cita kita. selamat mencoba.

BACA JUGA ARTIKEL IDEGURU BERIKUTNYA

  1. TIPS JITU SUKSES MENGIKUTI SPMB 2010

  2. MEMBANDINGKAN PERILAKU SISWA DULU DAN SISWA SEKARANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: