Apakah Sumedang Mempunyai Bupati ?

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Pada tanggal 4  s/d 6 Juni 2014 saya mendapat tugas untuk mengikuti workshop Kurikulum 2013 tingkat Nasional angkatan 4 di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. saya memutuskan naik pesawat ke Bandung, karena saya pikir bandung dan Kuningan hanya berjarak 144 km kalau kita searching di mbah google, kalau kecepatan mobil rata-rata 60 km/jam berarti butuh 2 jam saja.

Setelah saya sampai di Bandung, selanjutnya saya naik travel ke Kuningan, setelah duduk di travel saat itu saya melihat jam di HP menunjukkan pukul 12.00 WIB sedangkan acara pembukaan jam 15.00 WIB. dengan pedenya saya menanyakan lama perjalanan ke Kuningan  ke pak supir travel itu, sungguh terkejut pak supir itu hanya tersenyum sinis dan mengatakan kalau dia tidak berani menjamin mobil akan sampai di kabupaten Kuningan dalam waktu 3 jam ke depan bahkan ia memperkirakan baru sampai di tempat sekitar pukul 18.00 WIB dengan alasan kondisi jalan yang jelek dan juga macet. dengan raut kecewa dan tidak percaya, saya minta  ke pak sopir untuk mempercepat laju mobil saat lewat tol Bandung Celeunyi dengan harapan cepat sampai.

Keluar tol Celeunyi mobil memasuki wilayah Kabupaten Sumedang. jalannya agak kecil mobil dan kendaraan yang lewat banyak. teringat lewat Jatinangor depan kampus IPDN, lewat juga depan kampus ITB dan UNPAD yang baru, selanjutnya jalan mulai rusak, berlubang namun mobil yang lewat besar-besar, ratusan truk engkel hilir mudik, tak lupa berpapasan dengan bis. Sayapun bertanya ke supir tentang status jalan ini, apakah ini jalur alternatif atau jalur utama. Pak supirpun menyampaikan bahwa jalan ini sebenarnya adalah jalan utama Bandung ke Cirebon, jalan ini pun rusak sudah lama dan tidak ada perbaikan secepatnya.

Pengalaman berkendaraan lewat jalur Bandung – Kuningan PP tidak bisa dilupakan, jalan jelek, berlubang sana-sini,berkelok-kelok naik turun bukit, lebih hebat kelokannya dari jalan di hutan Saradan Nganjuk atau di Hutan Kumitir Banyuwangi, itu kata teman sebelah saya yang berasal dari Banyuwangi, yang lebih heran lagi hampir jalanan yang saya lewati dari Jatinangor sampai pendopo Kota Sumedang penuh lubang disana, ada juga jalanan yang kelihatan baru di tembel namun sudah kelihatan rusak lagi.

Perjalanan ketika berangkat membutuhkan waktu 6,5 jam, dari bandung jam 12.00 WIB sampai Kuningan jam 18.30. dan pulangnya lumayan cepatdari Kuningan  jam 06.30 sampai bandung jam 11.30 WIB. perjalanan kami potong kompas tidak lewat Cirebon namun dari Kota  Majalengka langsung ke arah Kuningan.perjalanan itu saya ditemani 1 teman dari Sidoarjo dan 2 teman dari Banyuwangi. kami heran kok jalan poros atau jalur utama yang dilewati jalur bis umum bahkan bis malam kondisinya seperti ini, kayaknya di Jawa Timur jalur utama sudah mulus, andaikan ada lubang saya yakin cepat diperbaiki, jalan kabupaten saja di Jawa Timur kayaknya gak ada yang parah kayak begini. bahkan teman saya berseloroh dimana bupatinya, kayaknya bupatinya tidak pernah turun atau sidak jalan. dan sangat disayangkan kota Sumedang punya kampus IPDN yang hampir semua orang tahu dan kenal begitu juga kota ini terkenal dengan tahunya yang empuk dan khas. namanya tahu sumedang.

Satu Balasan ke Apakah Sumedang Mempunyai Bupati ?

  1. H. Supriyanto mengatakan:

    Mangkanya harus punya Helicopter pribadi kayak Ketua Parta Politik gitu jadi kalau pelatihan nggak repot-repot, tinggal; – tinggal landas dari Helypet depan rumah.

    Depag itu kok yo aneh pikirannya, tiru-tiru pikiran Toghut. Kalau mengadakan pelatihan pasti di Hotel, tidak mau di pesantren yang murah. Coba bayangkan melatih guru 100 ekor saja dikatakan melatih guru se Surabaya, guru dimanjakan, ruangan Full AC sego “sego kotakan”.

    Seandainya mau mengadakan pelatihan di Pondok Ujung Pangkah, bukan hanya 100 orang, saya yakin seluruh guru Surabaya, baik yang juara Nasional atau guru GTT yang macet TPP-nya semuanya bisa ikut dengan biaya yang sama.

    Alasan Birokrat pasti mengatakan, itu tak sesuai dengan JUKNIS, saya jawab : Lha wong sing membuat juknis DEPAG saja kok dituruti. kita kan tahu Depag sedang … . ya gitulah, Lain kalau kita nurut Gus Mus : Sederrrrrhanaaaaaaaaaa !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: