Fakta dan Statistik Bangsa Indonesia

Februari 20, 2010

Fakta dari Sumber Daya Manusia

Kualitas Sumber Daya Manusia :

  • Indeks Pengembangan Manusia di Indonesia pada tahun 2009 menduduki peringkat 111 dari 182 negara.
  • Persentase pekerja berdasarkan tingkat pendidikan:
    • 18,42% pekerja Indonesia tidak tamat SD
    • 35,84% pekerja Indonesia hanya tamat SD
    • 18,75% pekerja Indonesia hanya tamat SLTP
    • 20,63% pekerja hanya tamat SLTA
    • Hanya 6,58% pekerja Indonesia menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Baca entri selengkapnya »

ELIMINASI KECEMBURUAN GURU

Februari 20, 2010

Oleh Prof Dr Ki Supriyoko SDU MPd

Anggota Dewan Kehormatan Guru Indonesia dan direktur Program Pascasarjana Universitas Tamansiswa Jogjakarta

Selama ini ada kesepakatan tak tertulis antara Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) selaku kepanjangan tangan pemerintah pusat dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi nasional yang menghimpun guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional dengan metode meningkatkan kesejahteraan beriringan dengan peningkatan keprofesionalan para guru itu sendiri.

Baca entri selengkapnya »


KENAIKAN STANDAR KELULUSAN UNAS

Februari 20, 2010

Oleh Prof Dr H Zainuddin Maliki MSi

Ketua Dewan Pendidikan Jatim, rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya

Permendiknas No 78/2008 menetapkan standar kelulusan dalam ujian nasional (unas) 5,50 dengan nilai minimal 4,0 paling banyak di dua mapel dan 4,25 di mapel lain. Angka ini naik 0,25 dibanding tahun lalu.

Baca entri selengkapnya »


MEMBOIKOT SERTIFIKASI

Februari 20, 2010

Oleh Ki Supriyoko

Direktur Program Pascasarjana Universitas Tamansiswa, Yogyakarta

Sungguh mengejutkan. Forum Rektor Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan akan memboikot pelaksanaan sertifikasi tahun 2010. Pasalnya ada ketidakberesan masalah keuangan terkait pengembalian honor para instruktur yang telah dibayarkan; padahal tenaga instruktur diambil dari kalangan profesional, doktor, hingga profesor.

Baca entri selengkapnya »


INDONESIA MENGEJAR NOBEL FISIKA

Februari 20, 2010

Oleh Ki Supriyoko

Setelah melalui tahapan seleksi yang superketat, akhirnya tiga ilmuwan Amerika Serikat (AS) ditetapkan sebagai pemenang hadiah Nobel (Nobel Prize) fisika tahun 2009 ini. Mereka adalah Charles K Kao, Williard S Boyle, dan George E Smith. Apabila Charles dihargai atas terobosannya menemukan teknologi transmisi cahaya melalui serat optik, maka Williard dan George dihargai atas temuannya tentang charged-couple device yang merupakan bagian penting kamera digital yang sangat diperlukan saat ini.

Baca entri selengkapnya »


GURU INDONESIA MASA DEPAN

Februari 19, 2010

Oleh Ki Supriyoko

Tanggal 22-25 Januari 2010 bertempat di Balikpapan, Kalimantan Timur, berkumpul sekitar 700-an perwakilan guru dari seluruh Indonesia. Mereka membahas berbagai permasalahan pendidikan, terutama yang berkait dengan profesi guru dalam forum Konferensi Kerja Nasional atau Konkernas.

Baca entri selengkapnya »


HDI INDONESIA TETAP RENDAH

Februari 19, 2010

OLEH KI SUPRIYOKO*

SALAH satu badan internasional yang bernaung di bawah organisasi PBB, United Nations Development Programme (UNDP), baru saja menjalankan “ritual” tahunan, mengumumkan negara-negara menurut peringkat Human Development Index (HDI)-nya. Dalam laporan Human Development Report 2004, Indonesia ada di peringkat 111 dari 175 negara.

Sementara negara-negara jiran, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina, di peringkat yang lebih tinggi.

Baca entri selengkapnya »


TAMAN SISWA DAN KONSEPNYA

Februari 19, 2010

Prof. Dr. Ki Supriyoko:

Dipresentasi dalam Seminar Nasional Kontribusi Tamansiswa dan INS Kayutanam dalam membangun Karakter bangsa Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan Jakarta: Depdiknas, Hotel Sahid, Ballroom Lt 2, 24 Agustus 2006

A.  RIWAYAT

A1. “Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu!” (Soewardi Soerjaningrat, “Als Ik Eens Nederlander Was”, De Express, 1913).

A2. Sebelum terjun ke dunia pendidikan, Ki Hadjar Dewantara terkenal sebagai wartawan, penulis, politisi, dan budayawan. Ia sempat bekerja di Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara (1908 dst), aktif di Boedi Oetomo (1908 dst), Indische Partij (1912 dst), Sarasehan Malem Slasa Kliwon (1919 dst). Pada tahun 1913 bahkan pernah “diinternir” ke Belanda, dan dimanfaatkan untuk menimba ilmu baik secara formal maupun nonformal. Ia mendapatkan Europeesche Akte.

Baca entri selengkapnya »


POLITIK PENDIDIKAN INDONESIA

Februari 19, 2010

Oleh Ki Supriyoko*

Selain menulis Pedagogy of Oppressed dan Cultural Action for Freedom, Paulo Freire yang sering disebut sebagai salah satu tokoh liberalisme pendidikan juga mengarang buku The Politics of Education.

Baca entri selengkapnya »


“LEARNING GOALS”…ITULAH TANGGUNG JAWAB SEKOLAH PADA ANAK DIDIK

Februari 6, 2010

OLEH Prof. DR. Arief Rachman
(Pakar Pendidikan Indonesia)

Ilustrasi: Saat ini, potensi anak didik banyak yang tidak bisa berkembang di sekolah karena mereka sendiri dibuat tidak merdeka dengan ide-idenya, mereka terpasung untuk berprestasi dengan angka-angka

JAKARTA, KOMPAS.com — Anak-anak didik datang ke sekolah bukan untuk dites dan diuji semata dalam bentuk nilai atau angka-angka, seperti saat ini yang tengah terjadi pada Ujian Nasional (UN).

Baca entri selengkapnya »