Menjadi Pemimpin yang Dihormati atau Ditakuti

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Bagaimana kabarnya pembaca blog ideguru? semoga anda semua sehat wal-afiat dalam lindunganNYA. Amin. Oh ya satu atau dua bulan lalu di Surabaya ada mutasi besar-besaran kepala sekolah, para kepsek yang sudah dua dan  tiga  periode dimutasi  menjadi pengawas atau guru. Ada kebanggan bagi kepsek yang diangkat menjadi pengawas sebaliknya bagi kepsek yang menjadi guru kembali sebagian dari mereka ada yang sedih bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak siap dan stress juga.

Sebaliknya bagi guru yang mendapat promosi menjadi kepsek atau bagi kepsek yang baru satu periode yang ditunjuk menjadi kepsek kembali meski di tempat yang baru, perlu menyesuaikan diri dengan keadaan dan situasi di tempat yang baru.

PILIHAN PERTAMA. DITAKUTI

Beberapa kepsek yang baru ada yang langsung take action bak raja kecil, mungkin ia berpendapat inilah saatnya menjadi sosok yang disegani dan ditakuti. dengan cambangnya yang lebat bagi pria atau alisnya yang tebal bagi wanita ia langsung membuat kebijakan baru dan berbeda dengan kepsek sebelumnya. dengan alasan disiplin ia kemudian menyampaikan dalam rapat guru perdananya, bahwa kita harus disiplin, datang harus tepat waktu, keluar masuk sekolah harus ijin kepadanya, setiap guru wajib menulis Rencana Pembelajaran dengan tulis tangan tidak boleh dengan komputer karena khawatir download dari internet. guru tidak boleh sering ijin atau telat  misalnya karena  tetangga meninggal,cucu sakit dll alasan, yang boleh ijin adalah karena keluarga inti seperti anak, istri atau suami. Pendek kata kepsek ini lebih memilih ditakuti guru-gurunya. ia berharap jika guru takut padanya maka kinerja sekolah akan baik.

PILIHAN KEDUA, DIHORMATI

Beberapa kepsek baru mungkin ia pernah membaca buku-buku kepemimpinan, bahwa memimpin dan mengatur orang dewasa (andragogis) tidak sama dengan memimpin dan mengatur anak kecil (pedagogis), kehadirannya di bulan yang pertama ia hanya mendengar dan mendampingi guru, ia mempelajari kinerja masing-masing guru tanpa menegur, atau memanggilnya, jika terpaksa ada guru yang keterlaluan jaimnya ia hanya tersenyum dan mengajak guru tersebut berbicara dari hati kehati, mungkin ia tanya bagaimana keluarganya, berapa lama ia mengabdi dll tanpa menyinggung permasalahan yang dihadapi guru tersebut, kepsek ini ingin mengambil simpati dan hati guru tersebut dengan cara yang santun. pekerjaannya lebih banyak menjadi pendamping dan teman bagi guru dan karyawan. ia yakin, ketika ia menjadikan diri sebagai keluarga baru di lingkungan baru ini, maka para guru akan mendukungnya. baginya siapa yang membantu orang lain dengan tulus maka ia juga akan dibantu sesamanya, barang siapa menghormati orang lain maka ia akan dihormati orang lain.

AKHIRNYA…..APA YANG TERJADI…3 BULAN KEMUDIAN

Pada sekolah yang kepseknya ingin ditakuti dan disegani guru dan stafnya, kinerja guru menurun, ritme kerja  statis, asal kerja, tidak ada inovasi atau kreasi, semua guru dan karyawan sepertinya mati kreatifitasnya. ia hanya datang, kerja dan pulang. apalagi jika kepsek tidak ada di tempat semua orang merasa bebas dan merdeka. penghormatan kepada kepsek juga hanya kamuflase belaka tanpa melibatkan hati.

Pada sekolah yang kepseknya dengan tulus dan sabar mendampingi dan menemani guru dan staf baik disaat senang dan susah. ia melibatkan emosi dan aura positif tak tampak sedikitpun  buruk sangka. ia dengan sikap rendah hati menyelesaikan permasalahan dengan cermat dan teliti tanpa ada kemarahan, ia berikan contoh dan teladan dari pada banyak berbicara, sekolah kian hari kiat bergerak dinamis, semua guru mengeluarkan ide dan pikirannya untuk kemajuan sekolah, kinerja guru dan karyawan makin berkualitas, kedisplinan juga meningkat. pendek kata. ada atau tidak adanya kepsek guru  tetap bekerja menyelesaikan tugas dengan baik. yang biasanya ruang guru sepi karena guru lebih memilih di kelas masing-masing sekarang ruang guru ramai dan dinamis. ada semangat yang kian hari kian besar pada semua orang di sekolah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: