ANTARA SURABAYA DAN JAKARTA

(Tulisan ke 5. Bridge program)

Selama 5 hari di Jakarta, semua partisipant bridge menginap di hotel Ibis Jakarta sedang tempat training pradeparture di Sentra Mulya Jl. Rasuna Said tepatnya di IALF Jakarta.

Waduh biasanya tinggal di jakarta paling lama 2 hari, sekarang 5 hari. Kehidupan di Jakarta terasa begitu cepat, orang berkendaraan pingin cepat, yang mobil, sepeda motor, kopaja saling berlomba untuk mencapai tujuan. begitu juga lalu lalang orang berjalan di trotoar juga serba cepat, seakan-akan tergesa-gesa. tapi itulah kehidupan di ibu kota yang memang dibutuhkan pribadi-pribadi yang cepat.

Sengaja kami ke IALF jalan kaki dulu kurang lebih 2 km..ya.untuk olahraga kecil di pagi hari lha…para pejalan kaki yang lain juga banyak, mereka sebagian besar memakai masker, karena memang polusi disana kian hari kian parah…selanjutnya kami naik kopaja atau taksi. Ketika naik kopaja..abang supir kopaja sering balapan dengan kopaja yang lain, kadang penumpang sudah harus turun padahal bis masih melaju meski sudah lambat…wah..inikah gambaran ibu kota…waduh teringat di Surabaya…ya saya masih memilih tinggal di Surabaya lha…polusinya masih lebih rendah..kemacetannya gak separah di Jakarta….

Tentang makanan wah jangan salah..kebetulan kami tinggal di daerah Menteng pusat kota, waduh banyak warung kaki lima waktu malam di sekitar hotel. tapi harga per porsi paling murah nasi goreng biasa 8.000, nasi padang 17 ribu. ayam goreng perpotong 16 ribu he..he..mending di Surabaya aja ya…nasi goreng kaki 5/dorongan 6000-7000. nasi padang/ayam goreng/bebek goreng 9000-10.000. memang di Jakarta gaji lebih tinggi tapi godaan belanja juga tinggi. he..he…guru privat disana gajinya 500 lebih lho perminggu 2 kali, yang setiap hari kata seorang teman bisa sampai 750.000 bahkan lebih.

Memang sih cara memandang sesuatu itu bersifat relatifitas, saya lebih memilih tinggal di Surabaya lebih nyaman, aman, dan damai, memang disini gak ada tawuran pelajar maupun tawuran antar kampung kayak di kota lain terutama di Jakarta, tapi teman saya yang tinggal di Jakarta lebih memilih di sana, katanya cari uangnya mudah..he..he….(eit mengahabiskannya mudah lho) teman yang satunya bilang dak enak tinggal di Palembang…enak tinggal di Banten….. dan lain-lain. Ada komentar ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: