NASIB PENDIDIKAN GRATIS

November 2, 2010

Oleh Ibrahim Sakty Batubara
Anggota Komisi X Fraksi PAN DPR RI

Selama ini dalam persepsi masyarakat sudah telanjur terbentuk bahwa anggaran pendidikan minimal 20 persen akan secara langsung berimplikasi pada penyelenggaraan pendidikan gratis yang bisa dinikmati oleh setiap warga negara. Bahkan sebagian besar masyarakat meyakini bahwa layanan pendidikan yang mereka terima juga berkualitas karena didanai oleh anggaran yang cukup besar dalam anggaran pendapatan dan belanja negara.

Tapi masyarakat menghadapi kenyataan pahit karena mereka masih harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal di sejumlah sekolah-sekolah yang justru berlabel sekolah gratis. Mereka dipusingkan oleh maraknya pungutan yang dilakukan oleh sejumlah sekolah, berupa uang gedung, uang karyawisata, uang LKS, uang buku, uang ekstrakurikuler, dan uang-uang sumbangan lainnya dengan berbagai dalih. Baca entri selengkapnya »


KABINET DAN PENDIDIKAN

November 2, 2010

Oleh Mochtar Buchori
Pengamat Pendidikan

Setahun sudah Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang dipimpin SBY-Boediono berjalan. Adakah perubahan yang dicapai bidang pendidikan selama periode ini?

Tentu dibutuhkan catatan panjang untuk mengevaluasi secara menyeluruh. Namun, setidaknya ada tiga hal yang ingin saya bicarakan di sini: perubahan yang menunjukkan kemajuan, perubahan yang menunjukkan kemunduran, dan masalah-masalah dasar yang terdapat dalam sistem pendidikan.

Di antara hal-hal yang menunjukkan kemajuan, saya mencatat antara lain—meski juga banyak dikritik—adalah banyaknya sekolah yang berhasil mendidik murid-muridnya mencapai prestasi internasional. Hal ini terutama ditunjukkan dalam berbagai olimpiade, terutama matematika dan IPA. Baca entri selengkapnya »


TRAGEDI BELAJAR ETIKA KE YUNANI

November 2, 2010

Oleh Triyono Lukmantoro
Dosen FISIP Universitas Diponegoro Semarang

Berbagai kecaman tidak melenyapkan ambisi Badan Kehormatan DPR berkunjung ke Yunani. Di negeri yang melahirkan filsuf-filsuf besar itu, kurun 23-30 Oktober 2010 sebelas anggota Badan Kehormatan (BK) DPR disertai seorang anggota staf ahli dan dua anggota staf administrasi berstudi banding tentang etika, tata tertib, tata beracara, serta buku pedoman. Pulang dari sana, BK diharapkan menghasilkan panduan yang baik tentang etika untuk diterapkan kepada anggota DPR.

Menurut Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir, Yunani dipilih sebab merupakan penganut sistem demokrasi paling tua. Juga supaya anggota BK tak jadi katak dalam tempurung. Lagi pula, etika anggota Dewan di Yunani patut ditiru. ”Tentang anggota yang merokok, misalnya. Kita akan lihat bagaimana dunia mengatur anggota parlemen yang merokok,” kata Nudirman. ”Kemudian soal pakaian, kalau kita kan diatur bagaimana di negara orang. Soal cara ngomong juga. Apakah cukup dengan mengangkat tangan kemudian bicara, atau seperti apa?” Baca entri selengkapnya »


SUMPAH PEMUDA DAN GURU TAMAN SISWA

November 2, 2010

Oleh Asvi Warman Adam
Sejarawan LIPI

Jarang disebut bahwa Kongres Pemuda II tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito yang berasal dari kalangan Taman Siswa. Soegondo lahir 22 Februari 1905 di Tuban, Jawa Timur.

Jika Soekarno pernah tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto di Surabaya dan menganggap tokoh itu sebagai guru politiknya, maka Soegondo ketika bersekolah di AMS Yogyakarta pernah mondok di rumah Surjadi Surjaningrat (Ki Hajar Dewantara). Maka, jadilah Soegondo seorang praktisi dan kemudian tokoh pendidikan. Ia memimpin lembaga pendidikan Taman Siswa di Bandung tahun 1932. Menikah dengan Suwarsih pada tahun yang sama dan bersama-sama mendirikan sekolah Loka Siswa di Bogor. Selanjutnya ia mengajar di Taman Siswa Semarang dan tahun 1940 di Taman Siswa Jakarta. Tahun 1941 ia dipercaya menjadi Direktur Antara. Baca entri selengkapnya »