PEGAWAI PROFESIONAL ATAU AMATIR

Oleh Mudzakkir H

Ha..ha..ada saja..lakon dunia ini…ya begitulah kenyataan dalam jagad profesionalisme seseorang, baik yang berprofesi sebagai guru, sebagai staf/karyawan kantor dan lainnya. begini saja biar cepat dan singkat tulisan ini.

1

Seorang profesional sadar betul akan tugas yang menjadi tanggungjawabnya, bahkan sampai pulang malampun ia merasa tak terbebani, demi menyelesaikan tugasnya, ia tidak menuntut uang lembur sepeserpun, andaikata ada iapun tidak semata mengejar itu. yang penting pekerjaan selesai.istilahnya kalau ada uang tambahan ya..diterima kalau tidak ada yang tidak menuntut. Kebalikannya,  seorang Amatir, sadar betul bahwa ia bekerja itu ada batas waktunya, kalau jam kerja sampai jam 16.00 wib ya…ia siap-siap di depan mesin ceklok/finger printing jam 15.55..bagi dia..selesai dak selesai pokoknya kalau jam kerja selesai ya pulang….jika ia bekerja setelah itu ya…haruslah ada tambahan uang lelah…tanpa itu maaf saja ya…

2

Seorang profesional sadar betul, untuk menjadi the best human harus terus menimbah ilmu, ia harus mengikuti pelatihan, mengikuti sertifikasi, beli buku dan lain-lainnya, semua itu butuh biaya, karena sadar ia keluarkan uang pribadinya demi kemampuan dan kualitas dirinya. sebaliknya seorang amatir, ia hanya menunggu, tidak ada inisiatif, ia nunggu dikirim atasannya atau kepalanya untuk mengikuti seminar atau pelatihan, bahkan itupun masih diembel-embeli dengan permintaan uang saku…sekian dan sekian…bahkan ada lho…seorang guru yang mengikuti workshop penyusunan portofolio yang jelas-jelas itu kan untuk kepentingan pribadinya…eeee..ia malah minta kuitansi kepada panitia…untuk dimintakan ganti kepada sekolah atau instansinya….

3

Seorang Profesional, welcome  kalau ada seseorang yang memberi masukan/informasi kepada dirinya, dan ia senang hati menerimanya, jika ia kebetulan menjadi pemimpin, dengan cepat ia menyiapkan kader terbaik yang akan mengganti dirinya, ia sadar bahwa menjadi pemimpin itu tidak lama, maka ia seipakan beberapa kader terbaik yang akan meneruskan tugas-tugasnya. Sebaliknya seorang amatir, ia tidak senang kalau ada orang lain yang lebih pintar darinya, tidak menerima masukan orang lain, sebaliknya ia terus memaksakan kehendak pada orang lain, jika ia menjadi pemimpin, ia berkeinginan meminpin selamanya sampai pensiun, ia berusaha mempertahankan jabatannya setengah mati, tidak seorang pun diberi kesempatan bahkan ia menghambatnya. jika ia seharusnya pensiun di usia 56 ia berusaha mencari batu loncatan agar ia pensiun di usia 60 atau 7o tahun, padahal banyak orang yang lebih pintar dan cekatan darinya.

NAH….sekarang kita termasuk yang mana ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: