680 Dosen Awasi UN

MAKASSAR — Pengawasan Ujian Nasional (UN) 2010 lebih diperketat. Selain pengawas dari sekolah di setiap kabupaten yang ditempatkan dengan sistem silang, sebanyak 680 dosen dari empat perguruan tinggi di Makassar juga melakukan pengawasan.


Humas Universitas Hasanuddin (Unhas), Dahlan Abubakar, mengatakan, pengawasan dari perguruan tinggi dikoordinir oleh Unhas. Perguruan tinggi lain yang masuk dalam tim pengawasan UN adalah Universitas Negeri Makassar (UNM), Politeknik Negeri Ujungpandang, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin.

Pengawas UN dari perguruan tinggi yang ditetapkan sebanyak 680 orang dosen terdiri dari pengawas satuan sekolah dan koodinator pengawas kabupaten. Khusus, yang melakukan pengawasan panitia lokal di kabupaten, jumlah dosen yang ditempatkan sebanyak 51 orang dan di satuan sekolah 625 orang.

Para dosen yang dipercayai mengawasi langsung pelaksanaan UN 2010 mulai berada di tempat penyelenggaraan ujian pada 22 Maret dan bertugas hingga 26 Maret. Jumlahnya dibagi berdasarkan tempat penyelenggaraan UN di setiap kabupaten.

Menurut Dahlan, dosen yang melakukan pengawasan UN terbanyak di Makassar. Jumlahnya mencapai 139 orang. Di kabupaten/kota lainnya, hanya berkisar antara 10-45 orang saja. “Tergantung jumlah peserta ujiannya,” kata Dahlan, Jumat, 19 Maret.

Dosen yang melakukan pengawasan UN di Kabupaten Luwu misalnya, ditetapkan sebanyak 30 orang, Toraja Utara 12 orang, Parepare (14), Takalar (22), Bone (45), Maros (28), Jeneponto (17), Soppeng (16), Toraja (18), Pangkep (24), Barru (22), Bantaeng (12), Palopo (17), Gowa (34), Wajo (24), Bulukumba (27), Sinjai (19), Selayar (9), Pinrang (19), Sidrap (19), Enrekang (23), Luwu Utara (25), dan Luwu Timur (24).

Sementara dari panitia lokal UN, pengawas di setiap ruangan akan ditempatkan masing-masing sebanyak dua orang. Pengawas dari perguruan tinggi akan bertugas melakukan pemantauan ujian nasional sekaligus pengawasannya sendiri.

Ketua Panitia UN Sulsel, Abdullah Parewe, mengakui salah satu kerawanan pembocoran naskah UN ketika segel lembar soal telah dibuka di ruangan ujian. Namun, kemungkinan itu, kata dia, akan diantisipasi dengan hadirnya pengawas dari perguruan tinggi dan pemantai independen. (rif)

http://metronews.fajar.co.id/Sabtu,20 Maret 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: