Berkunjung ke Pesantren Hijau

STUDY BANDING KE PONPES AL-FAUZAN LUMAJANG

Lumajang. 26 Juni 2008. “Lihat, ini pohon terong. Dan ini buahnya yang masih hijau. Beberapa bulan lagi, kita bisa panen buah ini.” Ujar Riza, salah seorang siswa di kelas delapan.

Dan ini, katanya sambil menunjuk sekumpulan daun muda, adalah sawi muda. “Jika sudah besar sedikit sawi ini harus ditanam di tempat yang lebih luas. Kita harus telaten jika menanam sawi, tanaman ini sangat sensitif terhadap tanah dan air,”

Riza sedikit pemalu, tapi ia pandai dalam bidang pertanian. Dalam kegiatan penghijauan sekolah Riza menjadi ketua kelompok. Ia  bertugas untuk mengatur teman-temannya bekerja di kebun sekolah

“Lihat disana!” Alan-temen sekelas Riza tiba-tiba berteriak, Di sana! Di depan halaman sekolah, di depan asrama ikhwan (anak laki-laki) dan dibelakang ruang kelas. Semuanya kebun singkong, kami baru saja menanamnya,” Siswa asal kota Surabaya ini begitu senang melihat daun singkung muda muncul di batang-batang pohon.

Selain Terung, Sawi dan singkong, adapula cabe, kacang panjang, dan tanaman buah lain yang diperlihara di kebun. Semuanya dikerjakan oleh para siswa secara berkelompok, mulai dari menyiangi lahan, menanam bibit dan,merawatnya hingga bisa dipanen

Riza dan Alan sedikit bingung untuk menyebut satu persatu nama sayur dan buah-buahan dalam bahasa Inggris. Tapi mereka tak punya pilihan. Di madrasah ini, Inggris adalah bahasa resmi, jadi jika berbicara dengan siapaun, baik, teman, guru dan tamu mereka harus menggunakan bahasa ini.  Jika tidak, mereka terkena sanksi sebagai pelanggar bahasa.

Luthfiah dan teman-temannya juga muncul. Mereka menujukkan aneka tanaman hias yang ditaruh dalam pot-pot bunga dan dileletakkan di depan halaman kelas.

Mereka semua begitu bangga dengan hasil program penghijauan yang mereka kerjakan. Mereka juga senang menunjukan lingkungan sekolah yang hijau

Pesantren Hijau“Ketika sekolah ini diresmikan sebagai salah satu sekolah terbesar dalam program AIBEP, kami mendapat pesan penting, Al-Fauzan harus dibangun menjadi sekolah yang hijau. Itu sebabnya sejak awal sekolah ini dimulai anak-anak sudah diajarkan untuk peduli pada lingkungan. Kami juga membuat beberapa program penghijauan seperti perkebunan, tanaman hias dan pemeliharaan ikan hias,” jelas Nur Ifadah, Kepala Madrasah Pondok Pesantren Al-Fauzan yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur

Sekolah kami memiliki lingkungan yang menawan, kata Ifadah. Letaknya dekat dengan hamparan sawah. Sekolah kami terlihat sangat cantik bukan? Jadi sayang sekali, jika tidak bisa merawat anugerah ini. Dalam Islam juga diajarkan untuk menjaga lingkungan yang bersih dan hijau,” katanya lagi.

Untuk memberikan pelajaran tentang penghijauan, setiap Jum’at para siswa akan mengikuti penyuluhan tentang pertanian dan tanaman. “Kebetulan pesantren kami punya alumni yang juga insinyur pertanian. Dia yang mengajarkan anak-anak bagaimana caranya menanam tanaman hias, buah dan sayur ini, “jelas Ifadah

“Kata Pak Insinyur , tanaman sawi harus rajin disiram, dan jangan ditanam di tanah yang terlalu kering,” ujar Riza mengikuti ajaran tenaga penyuuhnya.

Bagi Riza dan kawan-kawannya kegiatan penghijauan ini sungguh menyenangkan, apalagi jika musim panen tiba. “Asik sekali rasanya bisa makan sayur yang telah kita tanam. Walaupun perlu kerja keras untuk merawatnya. Kegiatan ini juga jadi mengingatkan kami pada orang tua-khususnya mereka yang menjadi petani. Mereka sudah bekerja keras keluarga,”katanya.

Memberi Makan Ikan Dalam kegiatan penghijauan ini, siswa juga belajar tentang perdagangan dan pemasaran, Caranya, dengan menjual tanaman hias kepada para guru. “Cara ini juga mengajarkan pada siswa bagaimana caranya mendapatkan uang,” ujar Ifadah

Jadi jika sore telah tiba, tepatnya setelah sholat ashar, para siswa akan segera menyiram tanaman dan memberi makan ikan yang diperlihara di saluran air.

Mereka juga mempunyai tugas menjaga kebersihan sekolah. Sampah tidak boleh berserakan dan harus dibuang tempat sampah. “Jika sampah berserakan, saluran air bisa kotor dan ikan-ikan yang hidup di dalamnya bisa mati. Tak baik bukan membunuh mahluk Tuhan yang lain?” kata Luthfiah lagi.

Jadi tak heran, jika berkunjung ke Al-Fauzan kita akan melihat sebuah pesantren yang bersih dan asri di tengah hamparan sawah yang hijau. Cantik sekali, dan rasanya tak sulit untuk diikuti, bukan?

Satu Balasan ke Berkunjung ke Pesantren Hijau

  1. gusrohman mengatakan:

    wah ijoo tenan rek….
    tukeran link yuk, link anda sdah ada disidebar-> blogroll. thanks.

    by: http://smskita.kakikukaku.web.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: