JANGAN BUNUH IDEALISME ANAK

Oleh Djamaluddin Husita

Semua orang tua pasti punya harapan dan keinginan yang cukup yang cukup besar agar anaknya kelak menjadi orang yang berhasil dan berguna di dalam masyarakat sehingga menjadi kebanggaan keluarga. Karena keinginan itu banyak orang tua yang memaksakan kehendaknya agar anak menjadi ini dan itu sesuai dengan apa yang diharapkan. Pada pandangan orang tua seperti itu sebenarnya apa yang dilakukannya itu adalah bentuk kasih sayang yang diberikan. Mereka was-was dan takut masa depan anaknya tidak menentu. Kejadian seperti itu tidak jarang terjadi konflik antara orang tua dan anak.

Sebenarnya menjadi orang tua saat ini tidak perlu memperlakukan anak seperti itu lagi. Tetapi bukan berarti orang tua tidak boleh ikut campur terhadap perkembangan anaknya. Tanggungjawab orang tua tetap saja diperlukan dalam rangka mengarahkan anak kearah yang lebih baik sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Dalam hal ini orang tua perlu memberi frame yang jelas sebagi cerminan atau pedoman anak dalam menentukan arah hidupnya yang lebih baik.

Anak memiliki potensi tersendiri yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Tugas orang tua seharusnya mengetahui potensi anak itu. Dengan demikian orang tua tidak akan memaksa kehendaknya. Tetapi itu pun bukan jaminan, yang terpenting adalah orang tua tidak boleh bersikap egois terhadap pilihannya yang tidak sesuai dengan potensi yang dimiliki anak. Sebab banyak contoh yang kita lihat, ada orang tua yang tahu potensi anaknya tetapi karena keegoan yang dimilikinya membuat mereka tidak peduli.

Anak memiliki idealisme tersendiri dalam menentukan pilihan-pilihan untuk masa depannya. Bila orang tua masih memaksakan diri, maka idealisme anak akan terbunuh. Akibatnya adalah terjadi konflik yang berkepanjangan dalam hidup anak. Tak jarang hal ini terjadi pemberontakan yang mereka apreasiasikan dalam hal-hal yang bertentangan dengan keadaan normal dalam masyarakat.

Membunuh idealisme anak sama saja dengan membunuh sebuah generasi bangsa. Sebab dengan demikian, generasi-generasi yang ada akan rapuh. Mereka tidak dapat berdiri pada prinsip-prinsip yang ideal dan ini berkaitan dengan kemandirian mereka. Dalam membangun sebuah bangsa yang kuat kemandirian generasi muda sangat diperlukan. Generasi yang mandiri mereka akan berbuat apa saja yang diperlukan yang tidak bergantung pada keberadaan orang lain. Mereka akan kreatif yang pada akhirnya akan menghasilkan solusi-solusi yang tepat terhadap permasalahan yang dihadapi. Bukan generasi yang menghasilkan masalah-masalah yang dapat meresahkan masyrakat. Tentu saja bila mereka menjadi pejabat, tidak serta merta bermental koruptor.

Karena itu orang tua dan juga bangsa harus benar-benar mengembangkan suatu iklim dalam masyarakat dan pendidikan agar jangan sampai mengilas atau membunuh idealisme yang dimiliki anak atau generasi mudanya.

Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2010/05/04/jangan-bunuh-idealisme-anak/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: