GAGAL BANGKIT LAGI (NEVER GIVE UP)

April 30, 2010

Oleh Andre Wongso (Motivator)

(Mari Para guru, kita terus semangat, jangan patah arang, mari kita berjuang dalam medan pendidikan dengan semangat pantang menyerah seperti semangat LABA-LABA.)

Pada suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan, dan frustasi yang menggantung. Dia hanya berjalan dengan langkah gontai ke sana kemari tanpa arti, seperti tak tahu apa yang dilakukannya. Sementara di taman itu banyak orang menikmati keindahan pepohonan yang sesekali diiringi kicauan burung, si pemuda hanya tertunduk lesu. Setelah sekian lama, ia kemudian terduduk di sebuah kursi taman dan menghela napas panjang. Baca entri selengkapnya »

Iklan

SEKOLAH FORMAL VS HOME SCHOOLING

April 30, 2010

Salam sukses guru Indonesia, hari ini saya membaca web homescholling , waduh…jadi itu yang membuat mereka tidak mensekolahkan putra-putrinya di sekolah formal, diantaranya adalah kualitas pelayanan guru, budaya sekolah dan lainnya. Bagi saya setelah membaca artikel ini ya …mengevaluasi diri,  sudah betulkan saya menjadi guru selama ini. selanjutnya adalah improvment  and upgrade diri

Berikut 20 alasan mengapa aku tidak mau menyerahkan anak-anakku kepada lembaga pendidikan bernama sekolah formal:

1. Orang tua membayar guru untuk melakukan satu hal saja yaitu: menolong anak-anak belajar. Tetapi jika anak-anak tidak belajar, guru tidak mungkin mencoba cara-cara baru sampai ada satu cara yang berhasil membuat mereka semua paham. Guru akan terus melanjutkan pelajaran untuk mengejar target kurikulum dengan meninggalkan anak-anak  yang tetap tidak paham. Kegagalan sebenarnya ada pada sistem: satu orang dewasa mengajar banyak anak, tetapi kesalahan dilimpahkan pada anak-anak. Anak-anak ditempeli cap bodoh, pemalas, diberi ranking terendah, bahkan belakangan ada cerita tentang guru yang berani memberi label ADHD kepada anak-anak didiknya. Baca entri selengkapnya »


PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN PAKEM

April 29, 2010

Prinsip PAKEM

Sekurang-kurangnya ada empat prinsip atau komponen PAKEM, yaitu:

Baca entri selengkapnya »


CIRI-CIRI PEMBELAJARAN PAKEM

April 29, 2010

By.Ideguru

Sebagaimana telah kita ketahui PAKEM merupakan kependekan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dari kata-kata itulah kita dapat mengetahui ciri-ciri atau karakteristik dari PAKEM itu sendiri.

  1. Aktif

Ciri pertama pembelajaran model PAKEM adalah aktif. Maksudnya pembelajaran model ini memungkinkan peserta didik berinteraksi secara aktif dengan lingkungan, memanipulasi obyek-obyek yang ada di dalamnya dan mengamati pengaruh dari manipulasi obyek-obyek tersebut. Dalam hal ini guru pun terlibat secara aktif, baik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajarannya.

Baca entri selengkapnya »


LANDASAN, KONSEP, DAN ALASAN PEMBELAJARAN PAKEM

April 29, 2010

Oleh Mudzakkir Hafidh

A. Landasan PAKEM

1. Landasan Filosofis PAKEM

Yang melandasi Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) antara lain filsafat Konstruktivisme yang menekankan agar peserta didik mampu mengintegrasikan gagasan baru dengan gagasan atau pengalaman awal yang telah dimiliki peserta didik. Harapannya mereka mampu membangun makna bagi fenomena yang berbeda. (Lihat Paul Suparno). Di samping itu, juga filsafat Pragmatisme yang menekankan agar dalam pembelajaran peserta didik sebagai subyek yang aktif, sementara guru sebagai fasilitator (Lihar Ornstein & Levine, 1985).

Baca entri selengkapnya »


TAHAPAN-TAHAPAN PEMBELAJARAN PAKEM

April 29, 2010

By. ideguru

Dengan mengetahui hakikat dan tahapan perkembangan berpikir anak, maka guru dalam melaksanakan pembelajaran hendaknya mengacu pada cara anak belajar. Belajar adalah proses membangun makna/pemahaman yang dilakukan secara aktif (mental dan fisik) oleh anak, belajar berarti harus mengalami langsung (Piaget dalam Trianto, 2007:13). Selain itu, anak sebelum pergi ke sekolah sudah mempunyai gagasan dan gagasan awal anak harus digunakan guru dalam menanamkan konsep baru. Ausubel mengatakan bahwa belajar akan bermakna jika informasi baru dihubungkan dengan strukur pengertian (gagasan awal) yang sudah dipunyai anak yang sedang belajar (dalam Suparno, 1997:54). Oleh karena itu, tidaklah pada tempatnya jika guru menganggap anak adalah gelas kosong yang harus diisi pengetahuan. Anak ibaratnya tanaman yang harus dirawat dengan baik. Sebagai pembelajar, anak adalah tanaman yang sudah punya potensi untuk tumbuh dan berkembang, tinggal bagaimana guru mengembangkan sesuai dengan potensinya.

Baca entri selengkapnya »


PAKEM adalah Pendekatan Pembelajaran

April 29, 2010

By. Ide guru

PAKEM adalah pendekatan pembelajaran, bukan metode atau strategi pembelajaran. Pendekatan dapat dimaknai sebagai cara pandang terhadap sesuatu, sedangkan metode adalah bagian dari pendekatan. Metode bisa berupa diskusi kelompok, ceramah, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, eksperimen, karyawisata; dan kegiatannya bisa berupa siswa melakukan percobaan, wawancara, membuat denah, membaca peta, membaca dan menulis ragam teks, dan sebagainya. Semua ini dilakukan dengan cara mengaktifkan anak, mendorong munculnya kreativitas, dilaksanakan dalam suasana belajar yang menyenangkan, dan diharapkan mencapai hasil belajar yang efektif.

Baca entri selengkapnya »