TENAGA KERJA INDONESIA HANYA MENANG ATAS MYANMAR

Mei 23, 2014

JAKARTA – Industri perbankan di tanah air termasuk salah satu sektor yang memiliki jumlah sumber daya manusia (SDM) besar, tetapi belum diimbangi dengan jumlah sumber daya yang mempunyai skill atau kualitas kemampuan. Secara umum, skill SDM di tanah air masih berada di bawah negara lain di Asia Tenggara.

Direktur Keuangan Bank CIMB Niaga Wan Razly Abdullah mengakui hal itu. Menurut dia, kurangnya kemampuan SDM membuat dunia perbankan di tanah air saat ini kurang bisa bersaing. ”Orangnya banyak, tetapi skill-nya kurang,” kata Razly dalam ICAEW Economic Insight: South East Asia Quarterly Briefing Quarter 2 2014 kemarin (22/5).

Director of Centre for Economics and Business Research (CEBR) Charles Davis mengungkapkan, guna bisa bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2020, perbankan di Indonesia harus memiliki tenaga kerja dengan tingkat kemampuan yang tinggi. Dengan demikian, tidak hanya pendidikan dasar, Indonesia juga harus mendorong level pendidikan yang tinggi. Hal itulah yang membuat kualitas pekerja di Indonesia kompetitif dibandingkan dengan tenaga kerja asing.

”Saat ini Indonesia masih berada di belakang Malaysia dan Singapura. Tujuannya sektor perbankan bisa kompetitif seperti di London, Inggris; New York, Amerika Serikat; dan Hong Kong. Mereka sama-sama punya orang-orang yang high skill,” ujarnya.(Sumber Jawa Pos Online, 23 Mei 2014)