Anak dengan Autisme Bisa Maju

Jakarta, Kompas – Anak dengan autisme bisa mencapai kemajuan dan mengatasi ketertinggalan. Di Indonesia, akses masyarakat pada informasi ataupun tenaga pendukung penanganan anak penyandang autis masih terbatas. Hal ini menimbulkan rasa putus asa, keresahan, dan kebingungan orangtua.

Demikian diungkapkan Gayatri Pamoedji, pendiri Masyarakat Peduli Autisme (Mpati) sekaligus konselor keluarga, di sela acara ”Tanya Jawab Seputar Autisme”, Sabtu (3/4). Dalam kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Autisme Sedunia 2010 itu diluncurkan pula buku karya Gayatri Pertanyaan dan Jawaban Seputar Autisme.

Autisme merupakan gangguan perkembangan yang kompleks pada anak. Gejala kerap tampak sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan itu memengaruhi kemampuan berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan perilaku (hidup dalam dunianya sendiri). Diperkirakan, sekitar 67 juta orang di dunia menyandang autisme. Autisme diyakini sebagai gangguan perkembangan serius yang meningkat pesat di dunia.

Gayatri mengatakan, anak dengan autisme dapat mencapai kemajuan. Untuk itu, dibutuhkan diagnosis akurat, pendidikan yang tepat, dan dukungan yang kuat. ”Hanya saja, orangtua harus bersabar. Tidak ada terapi bagus yang sifatnya memberi perbaikan secara instan,” ujar Gayatri, ibu dari remaja penyandang autis.

Dalam bukunya, Gayatri memaparkan, di negara maju tidak sedikit anak dengan autisme tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berhasil.

Tidak semua anak dengan autisme memiliki intelegensia rendah. Ada yang rata-rata, normal, bahkan di atas rata-rata. Secara umum, anak dapat dikatakan ”sembuh” jika mampu hidup mandiri (sesuai tingkat usia), berperilaku normal, berkomunikasi, dan bersosialisasi dengan lancar. Hal itu bergantung pada derajat keparahan autis, usia, tingkat kecerdasan, dan kemampuan berbahasa anak. Ciri autisme tidak akan hilang sepenuhnya.

Gayatri meyakini, dengan tersedianya cukup informasi akurat, sarana pendidikan, dan pelatihan yang tepat serta dukungan kuat dari pemerintah dan masyarakat luas, masa depan anak penyandang autis akan lebih baik.

Belum bisa dipastikan

Igor Tabrizian, pakar autisme dan nutrisi dari Australia, yang menjadi salah satu pembicara, mengatakan, penanganan autisme pada dasarnya harus dilakukan secara sistemik dengan penekanan kepada perbaikan sistem pencernaan, otak, pengurasan racun, terutama logam berat dari dalam tubuh.

Dia juga meyakini, diet yang tepat dapat sangat bermanfaat bagi anak dengan autisme.

Sementara penyebab autisme masih belum dapat dipastikan. Beberapa pemicu yang dicurigai, antara lain genetik, kandungan logam berat, permasalahan selama dalam kandungan. (INE)

Sumber : kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: