ANAK SUPERAKTIF DAN ANAK HIPERAKTIF

Mei 3, 2015

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Selamat siang pembaca.

Kali ini saya ingin sedikit menjelaskan perbedaan anak superaktif dan anak hiperaktif. karena kadang kita seringkali melihat anak yang tidak bisa duduk atau suka jalan-jalan dalam kelas langsung kita sebut anak hiperaktif, padahal belum tentu lho, dan hal itu perlu kajian dari psikolog sebelum guru, dan orang tua memberi gelar anak hiperaktif.

Nah, begini, anak superaktif itu adalah anak yang aktif bergerak dan beraktifitas baik di kelas atau di rumah, namun ia masih bisa duduk tenang dan  mengontrol dirinya walaupun hanya 5 menit, kadang ia menjahili teman karena ia memang cepat bosan dalam belajar, begitu juga ia sering corat-coret tembok karena ia tidak menemukan buku gambar. namun anak ini masih bisa mendengarkan perintah dari guru atau dari orang tua.

Sedang anak Hiperaktif adalah anak yang aktif bergerak dan tidak ada kemampuan untuk memusatkan perhatian atau konsentrasi, pergerakan anak tersebut juga tidak bisa diarahkan cenderung semaunya sendiri. seringkali ia bertindak atau melakukan sesuatu tanpa berfikir. seringkali juga ia berjalan atau berputar-putar tanpa alasan yang jelas, kadang ia membuang-buang barang yang ia lihat tanpa ia sadari, ia terus berlarian, bergerak tanpa kenal lelah, ia juga tidak mempunyai ketahanan yang lama ketika duduk kosentrasi di kelas bahkan di bawah 5 menit, ia gampang berpindah-pindah tugas ke teman lain padahal tugasnya sendiri belum ia selesaikan. ia juga kadang suka membahayakan orang lain tanpa rasa takut, misalnya memukul teman dll.

Jadi jelas ya pembaca antara anak superaktif dan anak hiperaktif, guru dan orang tua harus mengetahui ini. sehingga bisa membedakan perlakuan terhadap model kedua anak tersebut. khusus anak hiperaktif butuh ketelatenan dari Bapak/Ibu orang tua serta guru dalam membimbing. banyak kasus anak hiperaktif dengan kesabaran orang tua dan guru bisa tumbuh normal sebagaimana anak yang lain dengan syarat orang tua, guru dan psikolog harus bergandeng tangan. jadi jangan kuatirkan anak tersebut….

*Disarikan dari berbagai sumber bacaan yang saya baca


SURAT TERBUKA KEPADA ANGGOTA DPRD LAMONGAN

Mei 23, 2014

images

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sebelumnya saya mohon maaf, sebagai warga masyarakat Lamongan perantauan tepatnya di Surabaya, saya merasa sangat malu dan risi terhadap perilaku 70 orang Kepala Sekolah dan guru yang telah bersekongkol mencuri soal UNAS SMA 2014. tindakan itu tidak bisa dinalar dengan akal sehat meski disebabkan atau dilatar belakangi oleh  berbagai macam alasan apapun.

Tindakan Kepala Sekolah dan guru itu telah mencidrai dan menghianati nilai luhur tujuan pendidikan nasional , tindakan itu juga menunjukkan kegagalan pendidikan moral dan budi pekerti serta nilai dasar agama. Menurut saya tindakan curang seperti itu tidak seharusnya dikerjakan oleh “yang terhormat” Kepala Sekolah atau “yang terhormat” guru yang sudah mendapat kepercayaan negara dalam bentuk SK Guru PNS atau SK Guru Yayasan bahkan saya yakin mereka itu sudah mendapat SK penerima tunjangan fugsional guru sebagai penghargaan menjadi “guru profesional”. lantas dimanakah kompetensi Kepribadian mereka? bisakah mereka dikatakan mempunyai kompetensi sosial? apalagi dikatakan guru profesional?

Kalau seorang dokter yang melaksanakan malpraktek, surat ijinnya dicabut oleh organisasi profesi kedokteran, lantas kalau guru yang melaksanakan mal praktek siapakah yang mencabut surat ijinnya? beranikah yang terhormat Bapak Menteri Pendidikan Nasional serta PGRI sebagai salah satu organisasi profesi guru mencabut surat ijin praktek mengajar? Baca entri selengkapnya »


TENAGA KERJA INDONESIA HANYA MENANG ATAS MYANMAR

Mei 23, 2014

JAKARTA – Industri perbankan di tanah air termasuk salah satu sektor yang memiliki jumlah sumber daya manusia (SDM) besar, tetapi belum diimbangi dengan jumlah sumber daya yang mempunyai skill atau kualitas kemampuan. Secara umum, skill SDM di tanah air masih berada di bawah negara lain di Asia Tenggara.

Direktur Keuangan Bank CIMB Niaga Wan Razly Abdullah mengakui hal itu. Menurut dia, kurangnya kemampuan SDM membuat dunia perbankan di tanah air saat ini kurang bisa bersaing. ”Orangnya banyak, tetapi skill-nya kurang,” kata Razly dalam ICAEW Economic Insight: South East Asia Quarterly Briefing Quarter 2 2014 kemarin (22/5).

Director of Centre for Economics and Business Research (CEBR) Charles Davis mengungkapkan, guna bisa bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2020, perbankan di Indonesia harus memiliki tenaga kerja dengan tingkat kemampuan yang tinggi. Dengan demikian, tidak hanya pendidikan dasar, Indonesia juga harus mendorong level pendidikan yang tinggi. Hal itulah yang membuat kualitas pekerja di Indonesia kompetitif dibandingkan dengan tenaga kerja asing.

”Saat ini Indonesia masih berada di belakang Malaysia dan Singapura. Tujuannya sektor perbankan bisa kompetitif seperti di London, Inggris; New York, Amerika Serikat; dan Hong Kong. Mereka sama-sama punya orang-orang yang high skill,” ujarnya.(Sumber Jawa Pos Online, 23 Mei 2014)


TIGA TANTANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Mei 17, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Ada tiga tantangan pendidikan di Indonesia  khususnya pendidikan agama menurut Prof DR. Noor Syam. Sekjen Kementerian Agama RI  dalam acara pembukaan workshop PAI Unggulan yang diadakan oleh Direktorat PAIS Kemenag RI hari Senin, 12 Mei 2013 di Hotel New Ayuda. Baca entri selengkapnya »


Nama Baik Surabaya Ternoda Es Krim

Mei 13, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

indexSelamat pagi semua, semoga sehat selalu…

Pagi ini, sambil menunggu pemateri workshop PAI Unggulan 2014, saya menyaksikan mulai kemarin dan pagi ini di seluruh saluran TV nasional, bagaimana Walikota Surabaya marah besar kepada panitia pembagian es krim gratis yang menyebabkan rusaknya berbagai macam tanaman langkah di Taman Bungkul yang baru-baru ini dinobatkan sebagai Taman Kota terbaik se-Asia Pasifik.

Pada kesempatan itu masyarakat Surabaya yang sebelumnya mendengar promosi bagi-bagi gratis es krim dari berbagai media sosial network berkumpul di area Taman Bungkul dan sepanjang Jalan Darmo untuk menunggu momen bagi-bagi es krim gratis.  Ketika 30 grobak es krim datang tanpa dikomando mereka menyerbu dan memperebutkan es krim dari grobak-grobak tanpa memperhitungkan tanaman dan bunga-bunga yang ada di depannya, padahal tanaman itu sudah ditanam secara mengangsur sejak 10 tahun lalu. Sungguh tragis hanya 15 menit sebagian besar tanaman dan berbagai bunga hancur, layu bahkan mati.

Peristiwa ini sedikit mempengaruhi nama baik kota Surabaya yang akhir-akhir ini menjadi kebanggan bagi masyarakat Surabaya yang kebetulan bertugas di luar Surabaya. coba ditanyakan beberapa masyarakat yang kebetulan bepergian ke kota lain baik personal maupun tujuan dinas, pasti mereka bangga karena nama Surabaya moncer dan lebih terkenal dari kota-kota yang lain prestasinya. Dalam peristiwa rebutan es krim gratis ini dapat disimpulkan bahwa sebagian masyarakat surabaya belum disiplin hidup dibuktikan dengan tidak mengantri dengsn baik bahkan sebaliknya malah berebut dan saling berdesakan bahkan merusak lingkungan yang ada. padahal barang yang diperebutkan hanyalah es krim yang harganya tidak lebih dari Rp. 5.000,- . kata murid saya, mereka tidak punya malu dan memalukan warga Surabaya yang lain. Baca entri selengkapnya »


13 Macam Penyakit Guru

Mei 28, 2011

He..he..libur dulu nulisnya..pas baca di internet ada artikel menarik membicarakan tentang penyakit guru, saya termasuk yang mana nich…he..he…and yang penting lagi artikel ini mengingatkan kita  untuk sadar kembali kepada ruh dan tujuan pendidikan yaitu menjadikan siswa menjadi manusia utuh seimbang  sehat jasmani ruhani dan berakhlaq mulia. tidak hanya mementingkan pelajaran matematika dan sain..namun memandang penting yang lain seni, sport, dan agama/moral..ok silahkan baca ya…..

———————————————————————————————-

Oleh Ahmad Baedowi
Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta

Short message service (SMS) jelas merupakan sarana efektif bagi masyarakat untuk berkomunikasi. Segala jenis informasi bisa disebar hanya dalam hitungan menit, bahkan detik. Selain sebagai sumber berita, SMS juga dapat menjadi sumber belajar dan bahkan dari perspektif negatif, layanan ini juga dapat memberikan pengaruh dan citra buruk bagi sebuah tatanan, baik secara individu maupun kelompok. Beberapa berita atau isu soal gempa di Jakarta, ancaman terorisme, hingga bocornya soal-soal ujian nasional adalah di antara beberapa contoh betapa efektifnya penggunaan SMS.

Di Kota Bekasi (mungkin juga di kota-kota lainnya di Indonesia), khususnya dalam 2 minggu terakhir ini, merebak SMS dari satu guru ke guru lainnya tentang adanya “penyakit” di kalangan para pendekar pendidikan. Bunyi SMS ini memang terasa lucu dan sedikit mengada-ada, tapi dari segi substansi tampaknya kita tak bisa menganggap remeh isu penyakit guru ini. Gejala penyakit ini bahkan menjadi bahan diskusi yang cukup serius di lingkungan para guru, sambil di antaranya mereka mencoba mencocokkan jenis penyakit mana yang sudah ada dalam diri mereka masing-masing.

Inilah bunyi 13 penyakit guru versi SMS itu, yang jika penyakit itu diklasifikasi menjadi tiga jenis keterampilan (skill), yaitu kemampuan personal (kepribadian), metodologis, dan teknis. Pada aspek kemampuan kepribadian guru, penyakit yang disinyalir ada meliputi THT (tukang hitung transport), hipertensi (hiruk persoalkan tentang sertifikasi), kudis (kurang disiplin), dan asma (asal masuk). Banyak sekali dijumpai guru yang selalu berhitung soal pembagian transport dari dana BOS, kecurangan dalam hal proses sertififikasi, kurang disiplin dan masuk sembarangan hanya sekadar memenuhi absensi. Gejala ini sangat umum terjadi di lingkungan guru dan sekolah kita.

Diklasifikasi kedua, yaitu soal aspek metodologis, disinyalir guru bahkan memiliki lebih banyak penyakit. Jenis-jenis penyakitnya, antara lain salesma (sangat lemah sekali membaca), asam urat (asal mengajar, kurang akurat), kusta (kurang strategi), kurap (kurang persiapan), stroke (suka terlambat, rupanya kebiasaan), keram (kurang terampil), serta mual (mutu amat lemah). Aspek metodologis ini memang sangat terkait erat dengan faktor courage dan kesadaran untuk berkembang yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru.

Sedangkan diklasifikasi ketiga yang menyangkut aspek keterampilan, penyakit guru disinyalir adalah TBC (tidak bisa computer) dan gaptek (gagap teknologi). Kita memang tak cukup punya bukti statistik, seberapa banyak sebenarnya jumlah guru yang sampai saat ini belum bisa dan mengerti soal komputer dan makna penting teknologi sebagai bagian dari pengembangan bahan ajar di kelas. Baca entri selengkapnya »


ILMUWAN MINUS PENELITIAN

Januari 19, 2011

Oleh Saifur Rohman
Peneliti Filsafat

Survei SCImago melaporkan, publikasi hasil penelitian Indonesia selama 13 tahun (1996-2008) adalah 9.194 tulisan. Angka itu menempatkan negeri ini di urutan ke-64 dari 234 negara yang disurvei. Dibanding negara tetangga, Singapura berada pada peringkat ke-31, Thailand ke-42, dan Malaysia 48.

Data itu tidak signifikan dengan jumlah peneliti di perguruan tinggi yang mencapai 89.022 orang. Menurut Kementerian Pendidikan Nasional, peneliti berpendidikan magister mencapai 71.489 orang, doktor 13.033 orang, dan guru besar 4.500 orang. Jika mengacu data SCImago, berarti dalam rentang lebih dari 10 tahun hanya ada satu dari 10 dosen yang menerbitkan hasil penelitian. Jika interval dipersempit dalam rentang satu tahun, jelas persentase itu sepuluh kali lebih sedikit. Baca entri selengkapnya »