Presiden SBY : Bedakan Guru dan Tukang Pos

JAKARTA–MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar membedakan guru dengan tukang pos. Kalau tukang pos keliling kota mengambil surat yang ada di kotak pos, memasukan ke karung, kemudian ke alamat yang bersangkutan.

“Tukang pos tidak punya tanggung jawab sampai atau tidak itu. Tidak akan mengecek sampai atau tidak. Nah guru, guru SMA punya murid 200 yang kelas tiga, semua guru bertanggung jawab ketika memberikan pelajaran sampai betul-betul dia mengerti dan menguasai, sampai betul-betul ujian, sampai betul-betul berhasil,” ujar presiden ketika membuka sidang kabinet paripurna di kantor presiden, Jakarta, Kamis (3/6).

Seorang guru tidak boleh hanya mementingkan sudah mengajar, kemudian terserah muridnya mengerti atau tidak, lulus atau tidak. Filosofinya, kata presiden begitu ada yang tidak lulus segera lakukan konsolidasi, kemudian dilakukan ulangan dengan bimbingan dengan pengarahan, akhirnya hasilnya lebih baik.

“Poin saya adalah pada mendiknas untuk disampaikan pada seluruh jajaran pendidikan di Tanah Air, umum atau agama, negeri atau swasta, bahwa tugas pendidik, guru adalah memastikan apa yang diajarkan sampai purna ujian itu betul-betul dikuasai oleh anak didiknya,” tuturnya.

“Yang memiliki prestasi tinggi SMA-SMA itu banyak sekali, dijaga, yang masih jauh di bawah prestasi dibimbing oleh jajaran diknas. Bimbing, tahun depan bikin baik,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengucapkan selamat dengan hasil ujian ulang untuk tingkat sekolah menegah atas (SMA) dan pendidikan sederajat yang hasilnya hampir mencapai 100 persen.

“Mendiknas sudah sampaikan hasil ujian ulangan utk SMA dan pendidikan sederajat, hasilnya bagus, setelah diadakan ujian ulangan yang lulus hampir 100 persen. Ini titik baru dalam sejarah pendidikan kita. Utamanya dalam sejarah pengujian di lingkungan pendidikan kita,” tuturnya.

Secara terpisah Menteri Pendidikan M Nuh menyatakan Presiden puas dengan tingkat kelulusan mencapai 99 persen, termasuk dari ujian susulan. Yang menyisakan satu persen saja yang mengikuti paket C. (Rin/OL-03)

Sumber : Media Indonesia.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: