TIPS PENGASUHAN ANAK HIPERAKTIF

BILA ANAKKU HIPERAKTIF, MAKA…

1. Terimalah kondisi anak

Inilah hal pertama dan terpenting yang perlu dilakukan orang tua. Bila sudah dapat menerima kondisi anak, orang tua akan lebih baik dalam melakukan penanganan selanjutnya. “Sadari bahwa anak bukan ingin seperti itu melainkan kondisi otaknya yang sudah demikian sehingga muncul perilaku yang kurang positif,” tutur Sani.

Orang tua penderita pun disarankan untuk tidak menyimpan permasalahannya sendiri. Curhat pada seseorang yang dianggap bisa membantu, meski sekadar untuk mendengarkan cerita, sedikit banyak dapat meringankan beban masalah. “Curhat terkadang bisa menjadi sarana cooling down bagi orang tua sehingga tindakan yang dilakukan lebih lanjut bisa berjalan dengan lebih baik.”

Kerja sama antara suami-istri harus dijalin dengan baik agar anak dapat tertangani dengan baik. Akan sangat membantu bila anggota keluarga lain, seperti kakek-nenek atau kerabat lainnya memahami apa yang kita hadapi.

2. Perbaiki perilaku anak

Hal lain yang perlu penanganan segera adalah perilaku anak yang destruktif agar perilakunya lebih terarah. Untuk ini tentu diperlukan bantuan ahli seperti psikolog.

Pada umumnya, saran yang diberikan ahli adalah menyalurkan energi anak pada kegiatan-kegiatan positif yang ia sukai. Bila bosan, ganti dengan yang lain lagi. Intinya, usahakan energinya habis untuk kegiatan yang positif.

3. Terapi

Bila gangguan yang dialami tergolong parah, biasanya akan dilakukan terapi perilaku, seperti terapi psikososial, educational therapy, occasional therapy, dan psikoterapi. Dalam terapi seperti itu anak akan diajarkan perilaku mana yang boleh dan tidak. Obat-obatan sedapat mungkin dihindari karena memiliki efek samping, seperti mengantuk, nafsu makan berkurang, sulit tidur, tik (semacam kedutan), nyeri perut, sakit kepala, cemas, perasaan tidak nyaman, serta menghambat kreativitas.

Pemberian obat dalam jangka panjang juga bisa menimbulkan efek negatif pada sistem saraf, yakni menyebabkan ketergantungan obat, bahkan sampai ia dewasa. “Obat baru digunakan bila dalam kondisi terpaksa,” tandas Sani.

4. Sediakan sarana

Untuk mengantisipasi gerakan-gerakan anak dengan gangguan hiperaktivitas yang tidak bisa diam, sebaiknya ruangan untuk anak bermain dirancang sedemikian rupa agar tidak terlalu sempit serta tidak dipenuhi banyak barang dan pajangan. Hal ini untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan, seperti anak terbentur, tersandung, atau bahkan memecahkan barang-barang berharga. Bila memang tersedia, halaman luas sangat baik untuk memberikan kebebasan bergerak bagi penderita.

5. Latih Kefokusannya

Saat bermain, anak hiperaktif hendaknya diarahkan untuk memilih permainan-permainan yang melatih daya konsentrasi. Contohnya, bermain puzzle, berkebun, atau memelihara binatang. Ini dapat melatihnya untuk meningkatkan kefokusannya.

6. Kenali Minat dan Bakatnya

Sama halnya dengan anak-anak normal, anak hiperaktif pun memiliki minat dan bakat tertentu. Karena itu, orang tua sebaiknya benar-benar memperhatikan dan menemukan minat dan bakat tersebut. Ini berkaitan dengan energi berlebihan yang dimiliki si anak. Dengan mengetahui minat dan bakatnya, anak hiperaktif dapat dapat diarahkan untuk menyalurkan energi tersebut ke kegiatan-kegiatan positif yang mengembangkan minat dan bakatnya. Contohnya adalah dengan melibatkan anak pada kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti belajar piano, ikut klub sepakbola, berenang, dan lain-lain.

7. Bangkitkan Kepercayaan Dirinya

Ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik pengelolaan perilaku, seperti penguat positif. Misalnya adalah dengan memberikan pujian setiap kali ia melakukan sesuatu dengan benar. Selain itu juga dapat dengan cara memberikan contoh yang baik kepada anak. Jika suatu saat anak melalukan pelanggaran, orang tuanya dapat mengingatkannya tentang contoh yang pernah mereka berikan sebelumnya. Dan yang terpenting, saat mengingatkan, orang tua harus dapat benar-benar mengendalikan amarahnya karena anak-anak hiperaktif rata-rata juga sangat sensitif. Ini sangat berpengaruh pada kepercayaan dirinya.

8. Perbaiki Jalur Pendengaran

Kebanyakan anak ADHD memiliki masalah pendengaran. Mereka bisa mendengar tapi sulit untuk mengerti apa yang didengarnya. Terdapat kesulitan dalam memilih suara dari seluruh sumber suara yang ada. Ia juga kesulitan untuk fokus pada satu suara. Karena itu, anak perlu dilatih untuk memperbaiki pemrosesan suara yang didengarnya. Contohnya adalah dengan terapi suara. Anak diminta untuk mendengarkan kaset khusus berisi musik selama 30-60 menit. Hasil efektif umumnya akan terlihat 100 jam pascaterapi. Aktivitas fisiknya yang berlebihan akan tampak menurun sedangkan daya konsentrasinya meningkat.

Selain beberapa cara di atas, masih banyak lagi cara yang dilakukan untuk mengasuh anak-anak hiperaktif secara efektif. Pastinya, peran dan perhatian dari keluarga, terutama kedua orang tua, sangat berpengaruh dalam perkembangannya.

Diolah dari berbagai sumber

Iklan

2 Responses to TIPS PENGASUHAN ANAK HIPERAKTIF

  1. hevi berkata:

    saya mau bertanya ..??
    dalam memperbaiki perilaku anak,kegiatan positif seperti apa yang tidak membuat anak bosan dan jenuh..???

  2. nia berkata:

    Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak Rumah Sahabat Yogyakarta melayani terapi autism, terlambat bicara, ADHD, Down syndrom, musik, renang dengan terapi terpadu, speech terapi, sensori integrasi, terapi perilaku, fisioterapi dll. untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Rumah sahabat di Perum Gambiran C 2 UH V, Jl Perintis Kemerdekaan Yogyakarta phone 0274 8267882

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: