Langit Mendung di Atas Kampus

Juli 27, 2010

Oleh PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT

INI jeritan hati seorang guru. Mungkin sekali juga jeritan hati seorang dosen dan orang tua. Mari kita hitung. Berapa lama mendidik seorang anak sejak dari taman kanak-kanak (TK) sampai berhasil menjadi sarjana.

Lalu masih harus berjuang lagi jika ingin menempuh strata S-2, kemudian naik lagi S-3. Itu semua mungkin memerlukan waktu minimal 20 tahun. Untuk berhasil meraih gelar profesor, seorang dosen bahkan perlu perjuangan lanjutan lagi. Bayangkan, betapa banyak biaya dan pengorbanan yang mesti dikeluarkan baik tenaga, pikiran, uang, maupun emosi. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Revitalisasi Pendidikan Moral

Juli 27, 2010

Oleh Jazuli Juwaini, MA

HARI-hari ini ruang publik kita dipenuhi berita dan informasi yang menyentakkan kembali kesadaran kita akan fondasi karakter dan moralitas kita sebagai bangsa.

Parade korupsi, malapraktik administrasi, pergaulan bebas, narkoba, dan yang paling santer adalah soal praktik pornografi di kalangan selebritis. Di antara praktik dekadensi tersebut menyembul harapan besar akan revitalisasi peran pendidikan sebagai pembentuk karakter dan moralitas bangsa.
Baca entri selengkapnya »


MENGAJAR DENGAN HATI

Juli 27, 2010

PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT
Rektor UIN Syarif Hidayatullah

SAYA berharap kolom ini bisa menjadi tip bagi guru atau praktisi pe ndidikan, tapi sesungguhnya juga bagi kita semua, bahwa komunikasi akan efektif kalau dilakukan dengan sepenuh hati.

Artinya, hatinya penuh dengan ketulusan dan kesungguhan. Pekerjaan apa pun yang tidak menyertakan hati akan terasa hambar. Hati ini di sini memiliki konotasi positif,hati yang bening sesuai dengan kodratnya. Bagi seorang guru, ketika datang ke sekolah setidaknya mesti memiliki tiga bekal primer. Pertama, mesti siap dengan materi yang akan diajarkan. Tanpa kesiapan dan penguasaan materi, apa yang hendak disampaikan kepada siswa? Ini juga berlaku bagi seorang dosen.
Baca entri selengkapnya »


SURABAYA, KOTA PRO KESENIAN REOG

Juli 25, 2010

Oleh Mudzakkir H.

Hari Minggu 25 Juli 2010, saya begitu bangga dengan Surabaya, setalah bangga menjadi PNS di Surabaya. hari ini kebanggaanku pada Surabaya bertambah, ketika saya lewat di jalan Pemuda , saya melihat orang-orang berkerumun di Balai Pemuda untuk menyaksikan kesenian Reog dan Jaranan di Balai pemuda Surabaya. akhirnya sayapun parkir dan nimburung juga.

Baca entri selengkapnya »


Andai Indonesia cara mengajarnya seperti ini!

Juli 21, 2010

*RHENALD KASALI *

*Thursday, 15 July 2010*

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. *

Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada
saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

Baca entri selengkapnya »


TULISAN DAHLAN ISKAN, SANG IDOLAKU

Juli 17, 2010

Mulai hari ini, saya akan muat tulisan Bapak idola saya “Dahlan Iskan”. saya sejak Aliyah ngefans dengan beliau, saya terhanyut dengan tulisan beliau yang jujur, apa adanya, dari hati lubuk paling dalam. meski sukses tapi tidak sombong, meski jadi jadi pejabat tapi tetap merakyat.

Manusia memang diberi Allah kelebihan dan kekurangan, termasuk saya dan juga Pak Dahlan Iskan, namun sosok Dahlan Iskan memberi inspirasi saya melalui tulisan-tulisannya untuk hidup mulia, tidak sekedar hidup sukses dan berhasil. inilah alasan saya mengapa tulisan pak Dahlan saya repost di blog ini.tulisan ini saya ambil dari JAWA POS, TANGGAL 17 JULI 2010. BACA DAN RESAPI TULISAN BELIAU DI BAWAH INI. SELAMAT MEMBACA !

____________________________________________________________________________

Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa

Minggu lalu genap enam bulan saya menjadi CEO PLN. Ada yang bilang ”baru” enam bulan. Ada yang bilang ”sudah” enam bulan.

Betapa relatifnya waktu…

Selama enam bulan itu, saya dua kali sakit perut serius. Setengah hari saya tidak bisa bekerja, kecuali hanya tidur lemas di bilik di belakang ruang kerja Dirut PLN.

Sebenarnya, saya harus mewaspadai sakit perut seperti itu melebihi sakit lainnya. Sebab, kata dokter, sakit perut merupakan tanda awal mulai bermasalahnya transplantasi hati yang saya lakukan tiga tahun lalu. Mungkin saja itu merupakan tanda awal bahwa hatinya orang lain yang sekarang saya pakai ini mulai ditolak oleh sistem tubuh saya. Begitulah kata dokter. Baca entri selengkapnya »


HUKUMAN DENDA UNTUK SISWA, BOLEHKAH?

Juli 17, 2010

Oleh Mudzakkir Hafidh

membaca Jawa Pos, tanggal 16 Juli 2010, tentang protes wali murid dan Dewan Pendidikan Kota Gresik terhadap SDN Sidukumpul yang akan menerapkan hukuman denda mulai dari Rp.3.000 sampai Rp.50.000 kepada siswanya yang melanggar peraturan sekolah, menurut pihak sekolah hukuman model denda ini diadopsi dari sebuah sekolah di Singapura, yang sukses mendisiplinkan siswanya setelah diterapkan model hukuman seperti ini.

Sebagai guru sekaligus pernah menjadi kepala sekolah, justru saya menghargai niat baik guru serta kepala dan pengurus komite sekolah tersebut. Mengapa dan apa alasannya : (1) tidak banyak kepala sekolah dan komite sekolah yang kreatif dan punya semangat untuk memperbaiki sekolah, yang banyak mereka hanya diam, dan nerima keadaan sekolah bagaimanapun keadaanya, apalagi ditengah himpitan euforia orang tua yang sedikit protes kepada sekolah, terutama perlakuan terhadap anak. (2) Kita perlu menghargai usaha sekolah, karena bagaiamanapun tujuan dari program ini mulia yaitu ingin mendisiplinkan para muridnya, ingat disiplin adalah awal latihan kemandirian dan pijakan menuju sikap dewasa. COBA, lihat sekarang ini, beberapa anak, bahkan prosentase semakin besar, mempunyai prilaku atau akhlaq kurang terpuji, datang telat, buang sampah sembarangan, tidak menghargai guru, tidak semangat belajar, dll. Baca entri selengkapnya »