MEMBANGKITKAN NALURI BISNIS SEJAK KECIL

JAKARTA, KOMPAS.com – Di sekolah alam, kegiatan berbisnis menjadi bagian dalam kurikulum pembelajaran. Dalam skup yang lebih sederhana, sekolah secara rutin menyelenggarakan market day, yang mengajak semua siswa berkesempatan mempromosikan, menjual, serta mengelola barang dagangan mereka.

Buat kami, ini adalah upaya nyata untuk membangun life skill anak-anak.
— Pepen Supendi

Kegiatan seperti itu bisa dilihat di Sekolah Alam Indonesia (SAI), misalnya. Dengan kegiatan market day tersebut, konsep-konsep pembelajaran kewirausahaan justeru semakin nyata dipelajari oleh peserta didik, karena mereka langsung mendapatkan penjelasan dari para pengusaha yang sudah terbukti berhasil membangun usaha mereka.

“Meskipun hampir semua pembicara adalah orang tua dari siswa-siswi sekolah ini,” ujar Kepala Sekolah Alam Indonesia Pepen Supendi di “Business Gathering: Melatih Naluri Bisnis Anak Sejak Dini” di Sekolah Alam Indonesia, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (8/5/2010).

Pepen mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar untuk membangun dan melatih kemampuan dan minat anak terhadap dunia usaha. Untuk mencapai tujuan itu, SAI sengaja menghadirkan para pelaku usaha yang sudah terbukti berhasil mengembangkan bisnis mereka di antaranya Im Rusyamsi (Presiden TDA/Komunitas Bisnis Tangan Di Atas), Hikmar Kurnia (pengusaha penerbitan), Ahmad Sadat (pengusaha sapi impor), Sony Alfa (penulis buku Quantum Resign), serta Habibie Afsyah, pemuda difabel yang sukses dalam internet marketing sekaligus penulis buku “Kelemahanku adalah Kekuatanku”.

Dalam kegiatan ini, anak-anak diberikan gambaran mengelola suatu usaha agar dapat menghasikan keuntungan dan bermanfaat bagi orang banyak, yang salah satu kegiatannya berupa Bussines Forum dan Investor Forum. Bukan hanya anak-anak, bahkan orang tua siswa pun ikut menjadi peserta kegiatan.

“Mereka mendapatkan wawasan mengenai cara memilih usaha yang tepat, mengelola modal, dan memperbesar bisnis. Buat kami, ini adalah upaya nyata untuk membangun life skill anak-anak,” ujar Pepen.

Terlihat, dari kegiatan tersebut sekolah alam memang memiliki konsep yang unik dalam mendidik siswa-siswinya. Pendekataan nyata akan sebuah pembelajaran menjadi sangat penting agar anak-anak mengerti apa yang mereka pelajari untuk bekal hidupnya di masa depan, bukan semata nilai dan angka-angka.

Sumber : http://edukasi.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: