Menunggu Pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya

(Tulisan ke-1, Study Banding ke Australia dengan BRIDGE rogram)

By. Mudzakkir

Alhamdulillah siang ini sambil menikmati pelatihan guru untuk mengisi liburan siswa semester I tahun 2011/2012, saya teringat keinginan lama saya yang tertunda lebih dari 7 bulan yaitu menuliskan pengalaman  ketika mengikuti program BRIDGE untuk mengenal budaya masyarakat Australia, meliputi sosial kemasyarakatan, budaya dan pendidikan mereka, semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi para guru atau siapa saja yang akan pergi ke Australia agar lebih mengenal dan mengetahui sebelum tiba disana.

Bismillah…saya mulai tulisan saya untuk melengkapi 8 seri tulisan materi pradeparture, semoga tulisan selanjutnya lancar…sampai selesai.amin…yuk dimulai…

Tepat tanggal 15 Mei 2011 hari Minggu jam 12.30 WIB, saya dan teman saya satu sekolah sudah siap di Bandara Juanda menggunakan pesawat Garuda  untuk bergabung dengan rekan guru lain dari Jakarta, Tanggerang, Cilegon dan Palembang yang sudah menunggu di terminal keberangkatan luar negeri 2D bandara internasional Sukarno Hatta, kebetulan pesawat Garuda yang saya naiki takeoff jam 14.00 WIB dan sampai di Jakarta jam 15.15 WIB.

O..ya..perlu diketahui, group kami yang akan pergi ke Australia tergabung dalam program BRIDGE Tahap 3, kami terdiri dari 16 guru dari 8 sekolah yang berasal dari Jakarta, Cilegon, Tanggerang, Surabaya, dan Palembang.Sesuai jadwal dan tiket pesawat yang sudah di bagikan kepada semua peserta via email dari Kang Guru (Kordinator  penyelenggara program BRIDGE), rombongan kami take0ff ke Sydney jam 20.00 WIB menggunakan pesawat kebanggaan mayarakat Australia yaitu Quantas, karena itu kami serombongan sepakat untuk bertemu di terminal 2D jam 18.00 WIB.

Karena jadwal dan tiket yang sudah tersusun rapi, maka saya berusaha sekuat tenaga untuk mempersiapkan diri baik tenaga, dokumen dan barang-barang apa saja yang harus saya bawa. saya juga berkeinginan sampai di bandara lebih dini agar ketika terbang kita sudah siap baik jiwa maupun raga.

Hari itu saya sampai di bandara Juanda  jam 12.30 WIB masih ada waktu 90 menit sebelum takeoff dengan GIA jam 14.00 WIB. sebagaimana lazimnya aturan masuk ke ruang tunggu sebuah pesawat, petugas bandara memeriksa dukumen pribadi kita yaitu KTP dan tiket yang sudah kita beli, sesaat setelah diperiksa petugas, kita diminta masuk ruangan selanjutnya melalui pintu pemeriksaan dengan mesin sensor baik untuk tubuh maupun barang, jangan lupa Handphon dan laptop keluarin dari tas…he,,he,,,biar alarm mesinnya gak  bunyi entar di pikir teroris he..he..setelah itu kita masuk ke ruangan dalam bandara guna chek in sesuai dengan tiket yang sudah kita beli, kalau anda beli garuda ya langsung ke counter garuda…

Di Counter tersebut kru perwakilan pesawat meminta tiket yang sudah kita beli dan melihat sekali lagi KTP kita…kalau cocok kita diminta untuk bayar boarding pass domistik kalau kita pergi ke sesama kota di Indonesia, waktu itu harganya 40 ribu..setelah itu siap-siap penimbangan bagasi kita…eit..eit..jangan sampai bagasi kita lebih dari 20 Kg entar diminta ongkos kelebihan bagasi..

Nah..ini ada tips nich…jika pembaca tahu jika barang bawaannya lebih dari 1-2 Kg bisa minta tolong bawakan teman anda sekiranya barang bawaannya kurang dari 20 Kg…jangan lupa ya…sekiranya ada barang penting misalnya kamera atau yang lain mending dimasukkan tas tenteng atau tas punggung yang kita bawa..jangan masukkan bagasi pesawat…entar kalau dimasukkan pesawat he..he…bisa penyet di timbun dengan bagasi penumpang lain.

Setelah proses di counter selesai, kita langsung masuk ke ruang tunggu pesawat biasanya di buka 1 jam sebelum take-off, sekali lagi kru pesawat memeriksa kembali dengan mesin sensor baik badan maupun tas yang kita bawa….kalau lolos udah deh…tunggu di ruang tunggu sambil duduk,telphon ngobrol dengan teman dan lainnya…

Pada saat itu saya sempat keliling di bandara Juanda, misalnya ke toilet, mushollah…heih…harum..bersih..gak ada sampah..beda jauh dengan terminal Bungurasih yang jorok, kotor, bau pesing, (maaf) banyak pengamen, pengemis, calo bis, parkir semerawut dan lain-lain..kayaknya gak cocok dengan predikat Surabaya sebagai Kota Adipura..hemm…..kapan ya terminal Bungurasih, terminal Osowilangun,terminal wonokromo bisa se-rapi bandara Juanda..semoga..semoga..anak muridku nanti  bisa mewujudkannya …he..he..masak harus menunggu mereka jadi pejabat ya…kan masih lama…20 – 30 tahun lagi…waduh kelamaan ya…

Bagaimanapun sebagai warga Surabaya dan JATIM ikut bangga dengan bandara Juanda..apalagi pada tahun 2011 bandara ini menjadi bandara terbaik se- Indonesia…selamat deh…moga bisa mempertahankan ya…awas di salib lho sama bandara Ngurah Rai dan Sukarno Hatta.

Oke…deh tepat jam 13.45 Kru pesawat mempersilahkan semua penumpang GIA…untuk masuk pesawat, karena pesawat mau berangkat, segera saya dan teman saya antri dengan disiplin, urut, tertib untuk masuk ke pesawat GIA,  sebelumnya kita diminta menunjukkan Boarding pass kepada petugas pemeriksa, selanjutnya kita masuk pesawat via belalai gajah yang menghubungkan ruang tunggu dan pesawat…he..he..kebetulan naik Garuda, sebelumnya saya pernah naik pesawat yang lebih murah seperti city link, lion, sriwijaya kayaknya dulu gak lewat belalai gajah tersebut tapi dari ruang tunggu kita keluar dan berjalan ke pesawat melalui tangga pesawat. ya..jelas beda boch….he…he…tiket Garuda bisa 2 kali lipat dari pesawat yang lain.

Sesaat setelah di pesawat seperti biasa, pramuguri yang cantik menyambut kita, mempersilahkan kita duduk dan menempatkan bagasi di atas tempat duduk kita, selanjutnya pramugari menyambut kita melalui soundsystem dari ruang kontrol pesawat, dilanjutkan dengan peragaan prosedur keselamatan di udara..termasuk kita harus mematikan Hp dan lain-lain..kalau udah selesai tunggu sebentar pesawat siap take-off….jangan lupa baca do’a ya..hafalkan “bismillahi majreha wamursaaha, inna robbii laghofuurur rokhiim” bayak membaca sholawat biar hati tenang…oke go to fly….by GIA to Jakarta….

 

Satu Balasan ke Menunggu Pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya

  1. autada mengatakan:

    Menunggu memang pekerjaan yang paling membosankan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: