SURAT TERBUKA KEPADA ANGGOTA DPRD LAMONGAN

Mei 23, 2014

images

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sebelumnya saya mohon maaf, sebagai warga masyarakat Lamongan perantauan tepatnya di Surabaya, saya merasa sangat malu dan risi terhadap perilaku 70 orang Kepala Sekolah dan guru yang telah bersekongkol mencuri soal UNAS SMA 2014. tindakan itu tidak bisa dinalar dengan akal sehat meski disebabkan atau dilatar belakangi oleh  berbagai macam alasan apapun.

Tindakan Kepala Sekolah dan guru itu telah mencidrai dan menghianati nilai luhur tujuan pendidikan nasional , tindakan itu juga menunjukkan kegagalan pendidikan moral dan budi pekerti serta nilai dasar agama. Menurut saya tindakan curang seperti itu tidak seharusnya dikerjakan oleh “yang terhormat” Kepala Sekolah atau “yang terhormat” guru yang sudah mendapat kepercayaan negara dalam bentuk SK Guru PNS atau SK Guru Yayasan bahkan saya yakin mereka itu sudah mendapat SK penerima tunjangan fugsional guru sebagai penghargaan menjadi “guru profesional”. lantas dimanakah kompetensi Kepribadian mereka? bisakah mereka dikatakan mempunyai kompetensi sosial? apalagi dikatakan guru profesional?

Kalau seorang dokter yang melaksanakan malpraktek, surat ijinnya dicabut oleh organisasi profesi kedokteran, lantas kalau guru yang melaksanakan mal praktek siapakah yang mencabut surat ijinnya? beranikah yang terhormat Bapak Menteri Pendidikan Nasional serta PGRI sebagai salah satu organisasi profesi guru mencabut surat ijin praktek mengajar? Baca entri selengkapnya »

Iklan

TENAGA KERJA INDONESIA HANYA MENANG ATAS MYANMAR

Mei 23, 2014

JAKARTA – Industri perbankan di tanah air termasuk salah satu sektor yang memiliki jumlah sumber daya manusia (SDM) besar, tetapi belum diimbangi dengan jumlah sumber daya yang mempunyai skill atau kualitas kemampuan. Secara umum, skill SDM di tanah air masih berada di bawah negara lain di Asia Tenggara.

Direktur Keuangan Bank CIMB Niaga Wan Razly Abdullah mengakui hal itu. Menurut dia, kurangnya kemampuan SDM membuat dunia perbankan di tanah air saat ini kurang bisa bersaing. ”Orangnya banyak, tetapi skill-nya kurang,” kata Razly dalam ICAEW Economic Insight: South East Asia Quarterly Briefing Quarter 2 2014 kemarin (22/5).

Director of Centre for Economics and Business Research (CEBR) Charles Davis mengungkapkan, guna bisa bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2020, perbankan di Indonesia harus memiliki tenaga kerja dengan tingkat kemampuan yang tinggi. Dengan demikian, tidak hanya pendidikan dasar, Indonesia juga harus mendorong level pendidikan yang tinggi. Hal itulah yang membuat kualitas pekerja di Indonesia kompetitif dibandingkan dengan tenaga kerja asing.

”Saat ini Indonesia masih berada di belakang Malaysia dan Singapura. Tujuannya sektor perbankan bisa kompetitif seperti di London, Inggris; New York, Amerika Serikat; dan Hong Kong. Mereka sama-sama punya orang-orang yang high skill,” ujarnya.(Sumber Jawa Pos Online, 23 Mei 2014)


TIGA TANTANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Mei 17, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Ada tiga tantangan pendidikan di Indonesia  khususnya pendidikan agama menurut Prof DR. Noor Syam. Sekjen Kementerian Agama RI  dalam acara pembukaan workshop PAI Unggulan yang diadakan oleh Direktorat PAIS Kemenag RI hari Senin, 12 Mei 2013 di Hotel New Ayuda. Baca entri selengkapnya »


Nama Baik Surabaya Ternoda Es Krim

Mei 13, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

indexSelamat pagi semua, semoga sehat selalu…

Pagi ini, sambil menunggu pemateri workshop PAI Unggulan 2014, saya menyaksikan mulai kemarin dan pagi ini di seluruh saluran TV nasional, bagaimana Walikota Surabaya marah besar kepada panitia pembagian es krim gratis yang menyebabkan rusaknya berbagai macam tanaman langkah di Taman Bungkul yang baru-baru ini dinobatkan sebagai Taman Kota terbaik se-Asia Pasifik.

Pada kesempatan itu masyarakat Surabaya yang sebelumnya mendengar promosi bagi-bagi gratis es krim dari berbagai media sosial network berkumpul di area Taman Bungkul dan sepanjang Jalan Darmo untuk menunggu momen bagi-bagi es krim gratis.  Ketika 30 grobak es krim datang tanpa dikomando mereka menyerbu dan memperebutkan es krim dari grobak-grobak tanpa memperhitungkan tanaman dan bunga-bunga yang ada di depannya, padahal tanaman itu sudah ditanam secara mengangsur sejak 10 tahun lalu. Sungguh tragis hanya 15 menit sebagian besar tanaman dan berbagai bunga hancur, layu bahkan mati.

Peristiwa ini sedikit mempengaruhi nama baik kota Surabaya yang akhir-akhir ini menjadi kebanggan bagi masyarakat Surabaya yang kebetulan bertugas di luar Surabaya. coba ditanyakan beberapa masyarakat yang kebetulan bepergian ke kota lain baik personal maupun tujuan dinas, pasti mereka bangga karena nama Surabaya moncer dan lebih terkenal dari kota-kota yang lain prestasinya. Dalam peristiwa rebutan es krim gratis ini dapat disimpulkan bahwa sebagian masyarakat surabaya belum disiplin hidup dibuktikan dengan tidak mengantri dengsn baik bahkan sebaliknya malah berebut dan saling berdesakan bahkan merusak lingkungan yang ada. padahal barang yang diperebutkan hanyalah es krim yang harganya tidak lebih dari Rp. 5.000,- . kata murid saya, mereka tidak punya malu dan memalukan warga Surabaya yang lain. Baca entri selengkapnya »


Lamongan Oh…Lamongan

Mei 12, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Selamat malam pembaca blog Ideguru

Kalau hari ini, Senin, 12 mei 2014, kita membaca Jawa Pos. pasti kita semua terkejut, betapa nistanya dunia pendidikan di Indonesia, bukti kecurangan UNAS terbongkar, hanya karena ingin mendapat predikat peraih nilai rata-rata UNAS terbaik atau karena ingin disebut sebagai Kabupaten peraih UNAS terbaik, beberapa guru dan kepala sekolah baik negeri dan swasta yang tergabung dalam forum kepala sekolah di Kabupaten Lamongan tega menghianati tujuan pendidikan nasional yang termaktub dalam UU.No. 20 tahun 2003 “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”

Dalam berita di Jawa Pos tersebut, kelakuan para guru dan Kepala Sekolah di Lamongan sangat tercela, mereka mencuri satu bendel soal yang berisi 20 paket soal, kemudian  mereka memanggil para guru yang berkompeten selanjutnya mereka mengerjakan kroyokan dan serba cepat, hasil dari kerja mereka dibagikan di  beberapa SMA Negeri/Swasta melalui Forum Kepala Sekolah meski sekarang masih dalam taraf penyelidikan oleh pihak kepolisian. Baca entri selengkapnya »


T ERKESAN DENGAN PLN UNIT GEDANGAN

Mei 9, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

indexSelamat malam semua,

Hari ini saya ingin bercerita tentang kesan menggoda kantor PLN Gedangan Sidoarjo ketika saya mengurus perubahan daya listrik  rumah saya.

Jam di tangan menunjukkan waktu jam 10.30 WIB, ditengah jalan sambil mengendarai sepeda motor saya putuskan ke PLN dulu sebelum ke tempat tujuan lain, karena biasanya instansi publik seperti itu biasanya antri dan semrawut, apalagi ini hari Jumat, ketika sampai parkiran sepeda motor, saya sempat berprasangka buruk akan pelayanan yang kurang baik, karena melihat parkiran sepeda motor yang panas, tidak terjaga dan kayaknya tidak terawat. Baca entri selengkapnya »


PANITIA PEMBUAT SOAL UN HARUS DIHUKUM

Mei 5, 2014

Selamat malam pembaca ideguru

Malam ini, saya ingin sedikit menyoroti politisasi dalam dunia pendidikan yaitu masuknya nama calon presiden berinisial JKW dalam soal UNAS SMA/SMK  2014 yang ramai diperbincangkan beberapa hari di berbagai media baik televisi atau cetak. bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional mengadakan investigasi untuk mengusut masalah tersebut, apakah ada politisasi yang disengaja dipaksakan atau memang ada ketidaksengajaan pemunculan nama JKW dalam soal UNAS SMA.

Dari hasil investigasi yang dibacakan oleh wamendikbud disampaikan bahwa tidak ada unsur kesengajaan apalagi politisasi dalam dunia pendidikan oleh tim pembuat soal karena soal dibuat sebelum adanya pencapresan serta direkomendasikan selanjutnya menggunakan nama tokoh yang sudah meninggal. (detik.com, Rabu 16/4)

Selanjutnya Mendikbud M. Nuh menjamin tidak ada nama JKW dalam soal ujian UNAS SMP (baca disini), namun kenyataannya ada nama JKW lagi di soal Bahasa Indonesia <<<baca disini>>>>   meski beberapa kota menyikapi dengan menghilangkan soal no 13 yang ada materi nama calon presiden tersebut. sehingga dalam soal siswa setelah soal no 12 langsung no 14.

Meski tidak ada unsur kesengajaan dan politisasi dalam dunia pendidikan, saya pribadi sangat menyayangkan munculnya sosok yang belum jelas jiwa kepahlawanannya atau jiwa patriotisme dalam membela negara yang diakui oleh semua masyarakat Indonesia dalam soal-soal UNAS, apa memang tidak ada tokoh bangsa lain yang bersih atau yang bisa dijadikan teladan, ambil contoh  Bung Hatta, H. Umar Salim, M. Nastir dan masih banyak lagi tokoh pahlawan bangsa.

Saya pikir para pembuat soal UNAS tersebut sudah taqlid buta  atau percaya membabi buta pada seseorang, sehingga ceroboh dan mamaksakan ide dan pendapat dalam soal UNAS. dapat saya katakan, para penulis soal , lebih mementingkan kepentingan pribadi  dari pada kepentingan publik.  hemat saya orang-orang seperti ini  diberi hukuman dan bahkan dipecat dari keanggotaan tim pembuat soal ujian nasional, termasuk juga para penelaah soal dan para ketua lembaga yang bertanggung jawab dalam pembuatan soal UNAS tersebut. Bagaimana menurut pendapat anda?