Berpikir Pragmatis VS Berpikir Idealis

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Judul di atas saya kutip dari perkataan DR. Amin Haedari.M.Pd Direktur PAIS KEMENAG RI, menurutnya guru Indonesia sekarang lebih banyak berpikir sesaat terutama hanya berfikir seputar haknya mendapat tunjangan guru daripada berpikir tentang bagaimana mengajar yang lebih baik, berpikir untuk mencari strategi mengajar yang lebih memudahkan siswa mencerna dan memahami pelajaran tertentu. betul gak ya?..

Kalau dipikir, apakah dengan adanya Tunjangan guru kualitas guru semakin baik, apa tidak sebaliknya permasalahan guru tambah banyak he..he…banyak guru yang menambah istri…banyaknya guru yang cerai…banyaknya guru yang hutang bank….alih-alih mendapat tambahan penghasilan eh…ternyata malah nambah hutang…dengan jaminan sertivikasi….benar tidak ya?….

Mari kita sadar dan evaluasi, bahwa maksud pemerintah memberi tambahan tunjangan guru adalah untuk meningkatkan kualitas guru, harapan pemerintah uang tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru bisa dalam bentuk melanjutkan studi, kursus, membeli laptop, LCD atau yang lain. namun maksud pemerintah ini banyak di salahgunakan, justru yang terjadi uang tersebut digunakan untuk membeli mobil, motor, beristri lagi dll….he..he….betul tidak ya? wallohu a’lam bishshowab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: