SEMUA SISWA 54 SMP DI JATIM TIDAK LULUS

Total 35.567 Siswa Jatim Gagal Pengawas Selidiki Nilai Aneh
SURABAYA – SURYA-
Sebanyak 54 lembaga sekolah jenjang SMP/MTs (madrasah tsanawiyah) di Jatim, 100 persen siswanya tidak lulus ujian nasional (Unas) utama dan susulan. Banyaknya sekolah yang 100 persen siswanya tak lulus itu melengkapi buruknya hasil Unas siswa SMP/MTs yang diumumkan Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Kamis (6/5).

Selain banyaknya sekolah yang seluruh siswanya tidak lulus, jumlah siswa yang tidak lulus dan harus mengulang Unas mencapai 35.567 siswa atau 6,66 persen dari total jumlah peserta Unas SMP di Jatim sebanyak 534.011 siswa.

Berdasarkan data Dindik Jatim, dari 54 sekolah yang seluruh siswanya tidak lulus, jika dikelompokkan masing–masing terdiri 23 SMP, empat MTs, dan 27 SMP Terbuka. Selain itu juga ada 11 SMP, satu MTs, dan 10 SMP Terbuka yang angka kelulusannya hanya 01,00 hingga 9,99 persen.

Kadindik Jatim Suwanto menyatakan angka ketidaklulusan siswa SMP dalam Unas utama banyak disumbang oleh SMP Terbuka. Sedangkan sekolah lain yang jumlah kelulusannya nol, mayoritas adalah sekolah yang sedikit muridnya. ”Kebanyakan sekolah yang tidak lulus 100 persen itu sekolah yang jumlah muridnya 10 atau 12 siswa,” ujar Suwanto.

Hingga data nilai Unas diumumkan kemarin, Dindik belum bisa menyebut sekolah yang angka ketidaklulusannya 100 persen. Suwanto berjanji mengevaluasi sekolah-sekolah itu. ”Kami akan petakan daerah mana saja yang banyak sekolah tidak lulus 100 persen. Kami juga cari tahu penyebab dan kendalanya. Kalau memang sekolah itu tidak layak, tentu akan kami tinjau ulang karena saat ini masyarakat memerlukan sarana pendidikan yang baik,” katanya.

Berdasarkan data Dindik, angka ketidaklulusan SMP/MTs di Jatim meningkat. Tahun lalu angka ketidaklulusan SMP/MTs 3,132 persen, tahun ini meningkat menjadi 6,66 persen.

Tahun lalu ada 15.974 siswa tidak lulus Unas dari total 510.033 peserta Unas. Tahun ini siswa yang tidak lulus melonjak hingga dua kali lipat. Dari 534.011 peserta Unas SMP tahun ini, 35.567 siswa harus mengulang Unas. Jumlah siswa yang harus mengikuti Unas ulang terdiri 26.387 siswa SMP (7,011 persen); 7.091 siswa MTs (4,714 persen), dan 2.089 siswa SMP Terbuka (28,926 persen).

Ketua Dewan Pendidikan Jatim Zainuddin Maliki menilai, banyaknya sekolah yang jumlah siswanya tidak lulus 100 persen dan meningkatnya angka ketidaklulusan di Jatim adalah akibat dari ambivalensi para guru. Saat ini guru-guru berada di persimpangan jalan antara menjalankan tugas mendidik atau mengajar.

“Kalau cuma untuk lulus Unas, mereka cukup mengajar. Tapi, mereka punya kewajiban moral untuk membangun karakter. Ambivalensi itu menyebabkan proses belajar tidak efektif dan itu berpengaruh besar,” tegas Zainuddin saat dihubungi Surya, Kamis (6/5) malam.

Terkait banyaknya sekolah yang semua siswanya tidak lulus, Zainuddin menilai karena kondisi yang kompleks. Selain kebingungan guru, faktor manajemen, sarana dan prasarana juga berpengaruh besar. Untuk sekolah yang tidak ditunjang unsur-unsur itu, tentu akan memiliki prestasi buruk.

Ponorogo-Tulungagung Terbaik

Sementara itu, peringkat siswa peraih hasil Unas 10 besar SMP/MTs se-Jatim didominasi SMPN 1 Ponorogo dan SMPN 2 Tulungagung. Peringkat pertama ditempati Alfian Robi Widado dari SMPN 1 Ponorogo dengan total nilai 39,60, yakni nilai Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA masing-masing 10, dan nilai Bahasa Inggris 9,60.

Peringkat dua (ada empat siswa dengan total nilai sama) juga ditempati siswa SMPN 1 Ponorogo atas nama Cholif Wibawa Bagus Purnomo yang mendapat total nilai 39,40. Nilai per mata pelajaran yang diraih Cholif dan Alfian hanya berbeda di pelajaran Bahasa Indonesia. Di pelajaran Bahasa Indonesia, Cholif mendapat nilai 9,80, Bahasa Inggris 9,60, dan Matematika serta IPA nilai 10.

Peringkat dua lain ditempati tiga siswa SMPN 2 Tulungagung yang nilainya sama persis. Tiga siswa peraih peringkat dua bersama itu yakni Lieska Sukma Irdayanti, Nur Diana Safitri, dan Setya Nindya Sairindri Putri. Mereka sama-sama meraih total nilai 39,40 dengan rincian Bahasa Indonesia 9,60, Bahasa Inggris 9,80, Matematika dan IPA masing-masing 10.

Koordinator Pengawas Unas Jatim, Syafsir Akhlus menilai, adanya nilai yang sama persis dalam daftar peringkat siswa menjadi hal yang perlu diperhatikan. “Meski sulit membuktikan, tapi nilai yang sama persis di setiap pelajaran sebenarnya sangat aneh. Kalau pelajaran IPA dan Matematika sama, nggak apalah karena ilmu pasti. Tapi, bila nilai pelajaran bahasa juga sama, aneh,” ujar Akhlus.

Akhlus mengaku tak ada laporan dari pengawas wilayah Tulungagung maupun Ponorogo. Untuk memastikan, dia akan mencari informasi ulang. “Akan dicari siapa yang mengawasi di sana dan bagaimana laporannya,” tambah Akhlus.

Selain peringkat siswa terbaik didominasi siswa daerah, tahun ini kota-kota besar seperti Surabaya dan Malang kembali terlempar dari deretan 10 besar daerah peraih nilai terbaik.

Berdasarkan peringkat kabupaten/kota sesuai jumlah nilai, lima besar peringkat ini ditempati Sidoarjo (33,45), Lamongan (33,27), Pamekasan (32,93), Tulungagung (32,90) dan Gresik (32,72). Sedangkan Surabaya menempati urutan ketujuh dengan jumlah nilai 31,93 dengan rata-rata 7,98.

Sementara itu kabupaten/kota yang paling sedikit jumlah siswanya tidak lulus Unas utama adalah Lamongan (0,43 persen). Untuk rangking berdasarkan angka ketidaklulusan tersedikit, Surabaya berada di urutan 19 dengan jumlah siswa tidak lulus Unas utama dan susulan sebanyak 2.184 siswa atau 5,79 persen dari total peserta sebanyak 37.748 siswa.

Pengumuman kelulusan dari sekolah ke tiap-tiap siswa dijadwalkan selambat-lambatnya akan disampaikan, Jumat (7/5) hari ini. Dindik Jatim meminta sekolah mengawasi para siswa agar tidak merayakan kelulusan dengan hal yang negatif. Bagi siswa yang tidak lulus Unas utama dan susulan, diharapkan tidak terlalu larut dalam kesedihan. Mereka diminta mempersiapkan diri mengikuti Unas ulangan yang akan dilaksanakan pada 17-20 Mei 2010.

Pengumuman Online

Dindik Surabaya memberi kemudahan bagi siswa SMP/MTs yang ingin mengetahui nilai Unas. Selain menyerahkan nilai pada pihak sekolah untuk diumumkan ke masing-masing siswa, Dindik juga menyediakan fasilitas online bagi siswa untuk melihat nilai Unas. Setiap peserta Unas SMP/MTs Surabaya bisa melihat dengan mengakses website http://www.psbsurabaya.com. Pengumuman melalui internet bisa dilihat sejak Kamis (6/5) sore.

Kadindik Surabaya Sahudi menyatakan, pengumuman melalui internet diharapkan bisa memberi kemudahan siswa. “Begitu nilai telah kami olah, kami akan bagikan ke sekolah dan juga ke siswa melalui website PSB,” ujar Sahudi.

Sementara Ketua PSB Surabaya, Ruddy Winarko menambahkan, selain memberi kemudahan bagi siswa untuk mengetahui nilai Unas lebih cepat dan tepat, cara ini juga untuk sosialisasi sistem online. Lewat situs yang sama yang akan digunakan untuk pendaftaran PSB Online, setidaknya siswa dan wali murid telah membuka website PSB Online lebih awal.

“Pengumuman dalam website ini tidak akan mengganggu sistem PSB Online nanti, dan ini tentu juga bisa membantu masyarakat memahami konsep PSB Online lewat informasi yang sudah ada di website itu,” ujar Ruddy.

Untuk mengetahui nilai Unas siswa SMP/MTs, bisa membuka situs http://www.psbsurabaya.com lalu klik menu nilai Unas SMP yang ada di deretan menu bagian atas. Setelah menu nilai Unas terbuka, masukkan data pada kolom tersedia di bagian bawah halaman tampilan di layar. Masukkan pilihan SMP pada kolom sekolah, lalu masukkan nomor peserta Unas (tanpa tanda penghubung). Nilai Unas atas nama siswa akan ditampilkan keseluruhan berdasarkan mata pelajaran dan nilai total.

(WWW. SURYA.CO.ID)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: