GURU DI BAWAH BAYANG-BAYANG ORANG TUA

Februari 12, 2011

(Artikel ke 3)

Mudzakkir Hafidh

Sebenarnya problematika ketidakmandirian guru termasuk sekolah bahkan kepala sekolah terhadap sebagian prilaku, sikap dan harapan sebagian orang tua yang merasa punya kewenangan lebih/hak lebih dalam proses pendidikan anak sudah ada sejak awal tahun 2000 an, dulu orang tua sangat hormat kepada guru begitu juga para murid juga sangat menghormati guru, namun sekarang terbalik orang tua sudah berkurang hormatnya kepada guru, bahkan anak didik sekarang juga mulai kurang hormat kepada guru.

Karena merasa membayar lebih tinggi, sebagian guru dan kepala sekolah di sekolah-sekolah swasta level menengah ke atas  seakan-akan lebih menjadi buruh, maaf mungkin pembantu, dan bukan lagi guru dalam pengasuhan dan pembimbingan anak mereka. Guru tidak lagi sekeramat dulu yang dihormati sebagaimana orang tua bagi anak di rumah. Para orang tua menuntut anaknya diperhatikan secermat mungkin, mulai datang di sekolah sampai pulang kembali, anak dalam keadaan utuh dan sehat. Baca entri selengkapnya »


BETUL-BETUL MALU PAGI INI

Februari 9, 2011

(ARTIKEL KE-2)

Pagi ini, Rabu, 9 Februari 2011, ketika membaca Jawa Pos, saya betul-betul malu dengan kejadian pembakaran rumah ibadah agama tertentu. saya malu sebagai guru…berarti ada kegagalan..transfer knowlidge. transfer nilai…transfer budi pekerti dari seorang yang bernama guru kepada..muridnya.

Guru bertugas membimbing anak didiknya berprilaku yang mulia sebagaimana sosok manusia yang berpengetahuan (ulul albab), manusia yang beradab (adib) bukan sebaliknya menjadi manusia yang berperangai tercela (madhmumah) yang mudah terprofokasi atau teradu domba (jahlun). Nah jika setelah melewati proses pendidikan, seorang murid kelak dewasanya tidak ada perubahan perangai/akhlaq maka patut dipertanyakan proses transfer atau mutan transfer dari guru tersebut. apakah transfernya benar? muatannya salah? atau sebaliknya transfernya salah, muatannya benar atau yang paling parah transfer dan muatannya salah? Baca entri selengkapnya »