Fungsi Otak Kanan Tertekan Otak Kiri?

JAKARTA, KOMPAS.com – Dunia medis di zaman dahulu menganggap, bahwa perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri tidaklah besar. Namun, saat ini perbedaan kedua fungsi tersebut tidak hanya menjadi pengetahuan yang diakui bersama oleh para praktisi medis pada umumnya, tetapi juga menjadi sebuah cabang ilmu pengetahuan yang khusus diteliti.

Pendidikan kita lebih mengutamakan otak kiri, yang mengakibatkan fungsi otak kanan tertekan oleh otak kiri.
— Andrea M Ali

Demikian diungkapkan Andrea M Ali, seorang master license dari Brain Child Learning Indonesia wilayah Jakarta Timur, Bogor, dan Depok, di Jakarta, Jumat (28/5/2010). Menurutnya, fungsi otak kiri adalah untuk berpikir nalar, analisa, kemampuan berbahasa dan kemampuan menghitung, dan dapat dikatakan bertanggung jawab terhadap IQ seseorang.

“Seseorang dengan kecenderungan otak kiri yang lebih dominan lebih egois, mementingkan diri sendiri, mudah iri hati, sombong dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sementara otak kanan, kata dia, bertanggung jawab dalam emosi, daya intuisi, daya kreasi, kesenian, kemampuan refleksi, daya ingat, kepribadian dan lain sebagainya, dan dapat dikatakan bertanggung jawab terhadap emosi (EQ). Seseorang dengan kecenderungan otak kanan, menurutnya, lebih dominan dan cenderung dapat lebih berperasaan serta kurang kemampuan manajerial.

“Pendidikan saat ini kebanyakan lebih mengutamakan otak kiri, sehingga mengakibatkan banyak orang tidak percaya adanya indera intuisi, daya prediksi dan kemampuan perspektif yang merupakan gejala umum di mana fungsi otak kanan tertekan oleh otak kiri,” ujar Ali.

Tetapi, Ali melanjutkan, setelah midbrain seorang anak diaktifkan, fungsi dari otak kanan dan otak kiri dapat berjalan secara seimbang. Otak kiri tidak lagi menekan otak kanan.

“Kemampuan prediksi, daya ingat, kesenian dan kemampuan refleks tidak hanya menjadi berkembang, tetapi kemampuan manajerial dan pemahaman mereka juga dapat terpelihara,” tuturnya.

Orang seperti itu, kata Ali, akan lebih memiliki rasa cinta kasih, lebih mencintai orang tua sendiri, termasuk orang yang lebih tua, memiliki kecerdasan dan kerukunan. Itulah, yang menurut Ali, sebuah potensi awal yang semestinya dimiliki oleh umat manusia.

Sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: