ANTARA SURABAYA DAN JAKARTA

Mei 12, 2011

(Tulisan ke 5. Bridge program)

Selama 5 hari di Jakarta, semua partisipant bridge menginap di hotel Ibis Jakarta sedang tempat training pradeparture di Sentra Mulya Jl. Rasuna Said tepatnya di IALF Jakarta.

Waduh biasanya tinggal di jakarta paling lama 2 hari, sekarang 5 hari. Kehidupan di Jakarta terasa begitu cepat, orang berkendaraan pingin cepat, yang mobil, sepeda motor, kopaja saling berlomba untuk mencapai tujuan. begitu juga lalu lalang orang berjalan di trotoar juga serba cepat, seakan-akan tergesa-gesa. tapi itulah kehidupan di ibu kota yang memang dibutuhkan pribadi-pribadi yang cepat.

Sengaja kami ke IALF jalan kaki dulu kurang lebih 2 km..ya.untuk olahraga kecil di pagi hari lha…para pejalan kaki yang lain juga banyak, mereka sebagian besar memakai masker, karena memang polusi disana kian hari kian parah…selanjutnya kami naik kopaja atau taksi. Ketika naik kopaja..abang supir kopaja sering balapan dengan kopaja yang lain, kadang penumpang sudah harus turun padahal bis masih melaju meski sudah lambat…wah..inikah gambaran ibu kota…waduh teringat di Surabaya…ya saya masih memilih tinggal di Surabaya lha…polusinya masih lebih rendah..kemacetannya gak separah di Jakarta….

Tentang makanan wah jangan salah..kebetulan kami tinggal di daerah Menteng pusat kota, waduh banyak warung kaki lima waktu malam di sekitar hotel. tapi harga per porsi paling murah nasi goreng biasa 8.000, nasi padang 17 ribu. ayam goreng perpotong 16 ribu he..he..mending di Surabaya aja ya…nasi goreng kaki 5/dorongan 6000-7000. nasi padang/ayam goreng/bebek goreng 9000-10.000. memang di Jakarta gaji lebih tinggi tapi godaan belanja juga tinggi. he..he…guru privat disana gajinya 500 lebih lho perminggu 2 kali, yang setiap hari kata seorang teman bisa sampai 750.000 bahkan lebih.

Memang sih cara memandang sesuatu itu bersifat relatifitas, saya lebih memilih tinggal di Surabaya lebih nyaman, aman, dan damai, memang disini gak ada tawuran pelajar maupun tawuran antar kampung kayak di kota lain terutama di Jakarta, tapi teman saya yang tinggal di Jakarta lebih memilih di sana, katanya cari uangnya mudah..he..he….(eit mengahabiskannya mudah lho) teman yang satunya bilang dak enak tinggal di Palembang…enak tinggal di Banten….. dan lain-lain. Ada komentar ?

Iklan

PRA-DEPARTURE TRAINING(tiket pesawat electronik)

Mei 12, 2011

(tulisan 4. bridge program)

Setelah paspor selesai hari Jumat, tanggal 29 April 2011, maka Minggu tanggal 2 Mei 2011 saya bersama teman guru namanya pak Edi, berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Pra departure training mulai Senin, 2 Mei 2011 sampai Kamis, tanggal 5 Mei 2011.

DUNIA DALAM GENGGAMAN

Kamis, tanggal 28 Mei 2011 saya menerima email dari Kang Guru Indonesia yang berkantor pusat di Denpasar Bali (perusahaan nirlaba bagian dari IALF yang bertanggung jawab dalam kesuksesan kegiatan bridge program) yang berisi tiket pesawat electronik Garuda . selanjutnya kita print dan diberitahukan ke konter Garuda sebelum masuk ke ruang tunggu garuda di gate 2 Bandar udara Juanda Surabaya. waohh…dunia serba cepat pesan tiket pesawat via internet…dalam sekejab tiket udah di tangan…ayo bekerja cepat…(bersambung dalam tulisan serba-serbi pra-departure training)


TENTANG BRIDGE PROGRAM

Mei 12, 2011

(tulisan ke 3, bridge program)

BRIDGE singkatan dari building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement atau dalam terjemahan kasar “Membina Hubungan melalui Dialog Antarbudaya dan Peningkatan Keterlibatan” keterlibatan dalam hal apapun pendidikan, sosial, budaya dan lainnya.

LATAR BELAKANG

Indonesia dan Australia adalah 2 negara yang bertetangga, namun sayangnya selama ini hubungan kedua negara ini tak selalu berjalan mulus. Berbagai peristiwa dan kejadian memang sempat membuat hubungan kedua negara itu memburuk. Prasangka yang salah pun semakin memperburuk kondisi yang ada.

Namun, ternyata semenjak 3 tahun yang lalu telah ada “jembatan” yang menghubungkan kedua negara itu. Bukan jembatan dalam arti fisik, namun jembatan itu berupa “program kemitraan” yang dijalin oleh Australia dengan Indonesia. Program kemitraan itu bernama BRIDGE atau Building Relationship and Growing Engament Australia – Indonesia. dan saya masuk dalam periode bridge ke 5. Baca entri selengkapnya »

Pengalaman Membuat Paspor di Imigrasi Waru

Mei 12, 2011

(tulisan ke-2. bridge program)

Tugas selanjutnya setelah terpilih mewakili sekolah dalam program Bridge adalah membuat paspor. di beri waktu 1 minggu setelah pengumuman, karena pengumumannya hari Jumat, tanggal 22 April 2011 jam 15.00 wib maka saya pergi ke Kantor Imigrasi untuk membuat paspor mulai tanggal 26 Mei 2011.

Waduh Kepagian..

Pagi itu Senin, saya berada di kantor imigrasi jam 06.15 WIB karena sebelumnya diingatkan teman untuk datang lebih pagi karena harus antri. walah…walah…belum ada siapa-siapa..ternyata kantor buka jam 08.00 WIb, namun saran saya anda datang jam 07.30 WIB cukuplah..karena saya lihat ketika jam 07.30 para pembuat paspor udah mulai ngantri…ambil nomer antrian.

Jam 08.00 WIB kita di panggil untuk pemeriksaan dokumen, yang harus siap dibawa adalah ASLI , selain itu foto kopynya adalah (1) foto kopy KTP , (2) foto kopy KSK, (3) Foto kopy Akta Nikah/ akte kelahiran yang tertulis nama ibu kandung  (4) Bagi PNS harus membawa surat mandat dari Pimpinan untuk membuat paspor (5) Map formuler beli dikoperasi 10 ribu (6) Formulir Gratis minta di penjagaan/CS. saran saya foto kopynya di koperasi kantor imigrasi saja dari pada salah.

Langkah selanjutnya. ketika dipanggil, dukumen kita diperiksa kalau sudah benar kita menerima surat tanda penerimaan berkas yang selanjutnya harus dibawa besoknya untuk wawancara dan foto…udah pulang deh….

Selasa (hari kedua) kita antri lagi, lihat di TV layar di dinding no urut kita di berkas yang sudah diberikan petugas kemarin(senin), sebelum wawancara kita diminta untuk membayar biaya paspor 48 hala untuk masa 5 tahun sebesar Rp. 250.000 ( he…he..jangan pakai jasa calo ya…mang di kantor Imigrasi Waru gak ada yang nawari..kecuali memang anda Repot dan sengaja minta uruskan seseorang itu lain lagi) setelah itu wawancara, kita ditanya tentang data kita sudah betul apa tidak, tujuan kepergian ke luar negeri, dll. Selanjutnya kita menunggu selama 3 hari kerja baru paspor jadi…waduh…berarti…rabu..kamis..jumat baru jadi jam 14.00 WIB.

Saya sempat diskusi dengan petugas, ” Pak kenapa cetak paspor saja butuh 3 hari atau total dari pengurusan awal mulai Senin butuh 5 hari?. Petugas itupun menjawab: ” prosedurnya seperti itu pak, pembuatan paspor ada di Jakarta”, dalam hati kecil saya kenapa gak bisa dipercepat ya…kan sekarang udah canggih..piranti informatika..internet dll. kian cepat…saya hanya berdoa: ” Semoga kepengurusan perijinan apapun termasuk paspor dll di Indonesia kian cepat, sehingga bangsa ini dapat bersaing  dengan bangsa lain di dunia, amin”

Hari Jumat, tanggal 29 Juni 2011 jam 14.00 WIB tepat paspor sudah jadi,  cuma habis Rp. 260.000. wah ketepatan waktu kantor imigrasi Waru layak dapat acungan jempol….selanjutnya paspor di fotokopy, berikan petugas  dan yang asli silahkan bawa….selanjutnya go to Australia….


TERPILIH DALAM PROGRAM BRIDGE

Mei 12, 2011

(tulisan 1)

Alhamdulillah, setelah mengikuti serangkaian tes, saya dan bersama teman guru satu sekolah berhasil menjadi salah satu partisipant dalam program bridge Indonesia-Australia.

Hari itu Jumat, 22 April 2011 salah satu staff kedutaan besar Australia memberitahu saya by phone bahwa saya terpilih diantara 16 guru yang lain dari 8 sekolah di Kota Surabaya, Jakarta, Banten, Tanggerang dan  Palembang untuk mengikuti program bridge mulai tanggal 15 Mei 2011 s.d 5 Juni 2011.

Puji Syukur Kepada Allah SWT, Selanjutnya di blog ini saya akan menceritakan pengalaman/pelajaran/serba-serbi dari mulai persiapan sebelum berangkat sampai pulang ke Indonesia nanti. Saya berharap tulisan berseri ini bermanfaat pagi para guru di Indonesia, calon mahasiswa beasiswa ADS  serta masyarakat Indonesia umumnya tentang segala hal berkaitan dengan Australia.

Selamat membaca ya…..semoga ada manfaatnya dalam pembangunan masyarakat Indonesia yang berkualitas, meningkat taraf hidupnya, berpikiran global dan siap menjadi warga dunia yang baik. amin