EMPAT KUNCI SUKSES INDIVIDU DALAM BERTUGAS

Agustus 2, 2010

Oleh A Riawan Amin

Dalam ranah Pengembangan Sumber Daya Insani, dikenal istilah TASK. Bahwa seorang staf (pekerja) di perusahaan dinilai dari empat (empat) kualitas diri yang dimilikinya. Yaitu, talent (bakat), attitude (sikap), skills (keterampilan), dan knowledge (pengetahuan). Keempat kualitas itu secara signifikan akan menentukan keberhasilannya selaku individu dalam menjalankan tugas-tugas perusahaan.

Dan, secara lebih luas, akan mampu menarik kereta organisasi menuju pencapaian target dan tujuan yang diharapkan. Keempat kualitas di atas bisa diringkas menjadi dua (dua) kategori besar: yaitu Keterampilan (termaktub di dalamnya kualitas skills dan knowledge) dan Karakter (mencakup talent dan attitude). Baca entri selengkapnya »


JK: Mahasiswa Makassar Masih Primitif

Agustus 2, 2010

Hanya satu komentar ” masih mahasiswa saja seperti ini, bagaimana kalau mereka menjadi pemimpin. ada anggapan, kalau wajar pemuda atau mahasiswa itu mengekspresikan dirinya seperti demo urakan, tawuran dll. saya hanya berpendapat : “hanya mahasiswa yang dungu mau membakar kampusnya sendiri atau melempari kampus orang lain,  untung Surabaya gak kayak gitu. Salut untuk Kota Surabaya, o persen tawuran antar pelajar, tawuran antar mahasiswa, dan tawuran antar kampung” hal ini menunjukkan warga Surabaya sudah dewasa. “ o..ya ada sih bentrok rebutan jadi pengelola sekolah seperti di SMA Takmiriyah,  ITATS… waduh kalau ini sih ……orang dewasa, yang harus berkaca  dan bercermin atas dirinya. he..he…maaf ya…udah mari dibaca saja artikel dibawah ini

———————————————————————————————————————–

MAKASSAR, KOMPAS.com – Mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengaku prihatin karena masih banyak mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan yang bersikap layaknya manusia primitif. “Saya katakan primitif, karena mahasiswa tersebut lebih banyak menggunakan batu dan api daripada nalar masing-masing,” tuturnya di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu (31/7/2010).

Saya katakan primitif, karena mahasiswa tersebut lebih banyak menggunakan batu dan api daripada nalar masing-masing.
— Jusuf Kalla

CARA PANDANG SEKS REMAJA PERLU DIARAHKAN

Agustus 2, 2010
“Sebuah artikel yang harus dibaca oleh orang tua dan guru, agar putra-putrinya selamat dari pergaulan bebas, seperti yang terjadi di Surabaya akhir Juli 2010, siswi kelas 1 SMAN 12 melahirkan dari hubungan gelap dengan sang pacar yang akhirnya lari, kemudian dia melahirkan dan membuang  bayinya di kamar mandi sekolah, sebelumnya ia bunuh dulu bayi tersebut.

MEDAN, KOMPAS.com – Cara pandang para remaja terhadap seksualitas perlu diarahkan, agar mereka tidak salah menganggap hal alamiah itu menjadi sebuah aktivitas yang biasa untuk dilakukan bagi kalangan usia muda.

Pengamat kesehatan, dr Tengku Yenni Febrina  di Medan, Jumat, mengatakan, masa remaja merupakan saat fase transisi dari anak-anak menuju dewasa, sehingga pada masa itu mereka membutuhkan perhatian dari orang tua dan sekolah untuk kehidupan sosialisasi pergaulan remaja.

Untuk itu, menurut Yenni, pada masa remaja perlu mendapat bimbingan yang cukup besar dari orang para orang tua.

Sehingga para remaja tersebut tidak akan mudah terpengaruh atau terjurumus dari perbuatan negatif, serta pergaulan bebas yang merugikan masa depan mereka.

“Salah satu pergaulan bebas saat ini yang paling populer adalah menganggap free sex sebagai hal yang biasa untuk dilakukan,” katanya.

Ia menambahkan, untuk menghindari terjadinya salah pengertian para remaja terhadap pergaulan bebas, bahaya serta risiko yang akan dialami jika melakukan hal itu, dan mereka perlu diberikan pendidikan seks yang benar dan jelas. Baca entri selengkapnya »


Bahasa Geram

Agustus 2, 2010

Oleh: KH. Dr. A. Mustofa Bisri

Bangsa ini sedang terserang virus apa sebenarnya? Apakah hanya karena panas global? Di rumah, di jalanan, di lapangan bola, di gedung dapur, bahkan di tempat-tempat ibadah, kita menyaksikan saja orang yang marah-marah. Tidak hanya laku dan tindakan, ujaran dan kata-kata pun seolah-olah dipilih yang kasar dan menusuk. Seolah-olah di negeri ini tidak lagi ada ruang untuk kesantunan pergaulan. Pers pun –apalagi teve–tampaknya suka dengan berita dan tayangan-tayangan kemarahan.

Baca entri selengkapnya »