PROBLEM SISWA KELAS 1 SD DI JEPANG

Mei 30, 2010

Oleh Murni Ramli (16 maret 2010)

Baru-baru ini dilaporkan bahwa Putri Aiko, anak semata wayang Pangeran Naruhito dan Putri Masako meninggalkan sekolah karena sakit perut. Perkaranya bukan sakit perut biasa, sebab beberapa hari selanjutnya Putri Aiko enggan pergi ke sekolah. Juru bicara istana mengatakan bahwa Putri Aiko telah diperlakukan buruk oleh anak laki-laki di sekolahnya yang baru, SD Gakushuin, Tokyo.

Saya menonton pembahasan kasus ini di sebuah saluran TV. Seorang ahli pendidikan menyebutkan bahwa ada kemungkinan kasus yang dialami Putri Aiko adalah apa yang disebut dengan syougakkou ichinen sei puroburemu (Problem Siswa kelas 1 SD). Baca entri selengkapnya »

Iklan

MUSIUM DAN ORANG JEPANG

Mei 30, 2010

Oleh Murni Ramli

Selama tinggal di Jepang hingga detik ini saya sudah mendatangi banyak museum, mulai dari Museum Toyota, museum vinegar, museum kertas jepang (washi), museum kain jumputan, museum sutera, museum sains, museum keramik, dan satu lagi yang ingin saya datangi museum robot di Nagoya.

p1170551.jpg pupa di museum sutra ffa2a7d613e9f489a00793e4142569ae.jpg cermin aneh di museum sains Baca entri selengkapnya »


Rainbow Plan, reformasi pendidikan di Jepang

Mei 30, 2010

Oleh Murni Ramli

Seperti apakah reformasi pendidikan yang dicanangkan di Jepang ? Tahun 2001 Kementrian Pendidikan Jepang mengeluarkan rencana reformasi pendidikan di Jepang yang disebut sebagai `Rainbow Plan`.  Apa saja isinya ?

  1. Mengembangkan kemampuan dasar scholastic siswa dalam model pembelajaran yang menyenangkan. Ada 3 pokok arahan yaitu, pengembangan kelas kecil terdiri dari 20 anak per kelas, pemanfaatan IT dalam proses belajar mengajar, dan pelaksanaan evaluasi belajar secara nasional
  2. Mendorong pengembangan kepribadian siswa menjadi pribadi yang hangat dan terbuka melalui aktifnya siswa dalam kegiatan kemasyarakatan, juga perbaikan mutu pembelajaran moral di sekolah
  3. Mengembangkan lingkungan belajar yang menyenangkan dan jauh dari tekanan, diantaranya dengan kegiatan ekstra kurikuler olah raga, seni, dan sosial lainnya.
  4. Menjadikan sekolah sebagai lembaga yang dapat dipercaya oleh orang tua dan masyarakat.  Tujuan ini dicapai dengan menerapkan sistem evaluasi sekolah secara mandiri, dan evaluasi sekolah oleh pihak luar, pembentukan school councillor, komite sekolah yang beranggotakan orang tua, dan pengembangan sekolah berdasarkan keadaan dan permintaan masyarakat setempat.
  5. Melatih guru untuk menjadi tenaga professional, salah satunya dengan pemberlakuan evaluasi guru, pemberian penghargaan dan bonus kepada guru yang berprestasi, juga pembentukan suasana kerja yang kondusif untuk meningkatkan etos kerja guru, dan pelatihan bagi guru yang kurang cakap di bidangnya.
  6. Pengembangan universitas bertaraf internasional
  7. Pembentukan filosofi pendidikan yang sesuai untuk menyongsong abad baru, melalui reformasi konstitusi pendidikan (kyouiku kihon hou) (MEXT, 2006). Baca entri selengkapnya »