Berkunjung ke Pesantren Hijau

Mei 21, 2010

STUDY BANDING KE PONPES AL-FAUZAN LUMAJANG

Lumajang. 26 Juni 2008. “Lihat, ini pohon terong. Dan ini buahnya yang masih hijau. Beberapa bulan lagi, kita bisa panen buah ini.” Ujar Riza, salah seorang siswa di kelas delapan.

Dan ini, katanya sambil menunjuk sekumpulan daun muda, adalah sawi muda. “Jika sudah besar sedikit sawi ini harus ditanam di tempat yang lebih luas. Kita harus telaten jika menanam sawi, tanaman ini sangat sensitif terhadap tanah dan air,”

Riza sedikit pemalu, tapi ia pandai dalam bidang pertanian. Dalam kegiatan penghijauan sekolah Riza menjadi ketua kelompok. Ia  bertugas untuk mengatur teman-temannya bekerja di kebun sekolah

“Lihat disana!” Alan-temen sekelas Riza tiba-tiba berteriak, Di sana! Di depan halaman sekolah, di depan asrama ikhwan (anak laki-laki) dan dibelakang ruang kelas. Semuanya kebun singkong, kami baru saja menanamnya,” Siswa asal kota Surabaya ini begitu senang melihat daun singkung muda muncul di batang-batang pohon.

Selain Terung, Sawi dan singkong, adapula cabe, kacang panjang, dan tanaman buah lain yang diperlihara di kebun. Semuanya dikerjakan oleh para siswa secara berkelompok, mulai dari menyiangi lahan, menanam bibit dan,merawatnya hingga bisa dipanen Baca entri selengkapnya »

Iklan

XL MENCARI PEMUDA BERPRESTASI

Mei 21, 2010

By.ideguru , 19 Mei 2010

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia memiliki banyak pemuda bertalenta tinggi, kreatif dan inovatif, serta berprestasi dan memberikan sumbangsih bagi negeri, namun sering luput dari perhatian. Karena itu, PT XL Axiata Tbk (XL) kembali mencari pemuda berprestasi pengabdi masyarakat melalui Indonesia Berprestasi Award (IBA), yang tahun ini memasuki tahun ke-4 ini.

pemuda berprestasi yang pengabdian dan daya usahanya memberikan solusi dan manfaat bagi perbaikan kualitas hidup masyarakat luas.
— Hasnul Suhaimi

Buruknya Mutu Guru, Buruk pula Hasil UN

Mei 21, 2010

By.ideguru, 21-5-2010

KUPANG, KOMPAS.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan, 44.977 guru di NTT belum memenuhi syarat sebagai pengajar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.972 orang di antaranya berijazah setara sekolah menengah atas (SMA).

Sekitar 77, 25 persen guru sekolah dasar (SD) di NTT juga tak layak menjadi guru karena pendidikannya tidak memenuhi persyaratan.
— Frans Lebu