PENDIDIKAN KARAKTER, DICONTOHKAN BUKAN DIAJARKAN

Oleh : Chairoel Anwar | 01-Jul-2010

KabarIndonesia - Tanjungpinang, Pendidikan karakter tidak disampaikan melalui proses belajar mengajar, melainkan dicontohkan, ditanamkan, dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Proses ini dilaksanakan berdasarkan kebenaran dan komprehensif.

Demikian disampaikan Prof. Dr. Hasanuddin WS MHum, pada saat pelatihan guru mata pelajaran ekonomi SMA, di Hotel Plaza Tanjungpinang, kemarin. Menurutnya, pendidikan karakter perlu diberikan kepada guru sebagai bentuk penyegaran kembali atas peran dan fungsi guru.

Ditanya, apakah pendidikan karakter diberikan kepada guru lantaran motivasi dan dedikasi guru mulai terkesan luntur, Hasanuddin tak menampiknya.

“Pemerintah menilai, secara hard skill (penguasaan materi, red) guru sudah berkualifikasi dan sudah menguasai. Namun, secara soft skill (watak, red), perlu dipupuk dan dikembangkan. Karena, motivasi dan dedikasi guru kerap berfluktuasi. Nah, melalui pendidikan karakter inilah guru kembali diingatkan,” kata Guru Besar Ilmu Sastra dan Humaniora, Universitas Negeri Padang, di sela-sela pelatihan.

Ditambahkannya, secara kualifikasi guru mungkin sudah mencukupi. Namun, pendidikan karakter bertujuan untuk membangun karakter bangsa.

“Karena itu, guru dituntut untuk cerdas, dewasa dan santun. Guru harus bisa menjadi teman dan panutan bagi anak,” jelas Hasanuddin yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan ini.

Menurutnya, guru harus bisa digugu dan ditiru, yang menunjukkan kompetensi dan kualitas seorang guru. Digugu berarti kemampuan profesional (kognitif) dan paedagogi seorang guru diakui. Sementara, ditiru berarti kompetensi personal dan sosialnya bisa menjadi panutan.

Menanggapi peran guru yang sempat “bergeser” di era otonomi daerah lantaran guru masih dianggap sebagai bagian dari birokrat dan bukan  profesional, Hasanuddin memakluminya.

“Karena itu, apapun halangan, seberapa beratnya untuk menjadi panutan, harus kita upayakan terus-menerus. Guru harus punya motivasi untuk berubah,” katanya.

Menurutnya, guru juga harus mampu menjadi mentor. Sebagai mentor guru berkarakter akan menunjukkan antusiasme yang tulus  kepada peserta didiknya. Selain itu, guru berkarakter juga membantu peserta didik menemukan hasrat untuk belajar dan membimbingnya untuk mewujudkan target pribadi yang masuk akal.

“Kalau guru hanya berpikiran datang ke sekolah untuk mengajar,  kemudian setelah itu pulang, begitu juga dengan yang dipikirkan oleh  murid, datang ke sekolah, selesai belajar pulang,” tukasnya. (*)

Sumber : http://www.kabarindonesia.com

About these ads

2 Balasan ke PENDIDIKAN KARAKTER, DICONTOHKAN BUKAN DIAJARKAN

  1. sudjadi mengatakan:

    Ungkapan guru adalah “digugu dan ditiru” benar adanya. Ungkapan ini akan diterima sepanjang masa. Oleh karena itu, sikap, tingkah laku, pandangan, moral, bahkan segala sesuatu tentang guru akan selalu menjadi perhatian orang, terutama para muridnya. Janganlah berpikir bahwa guru hanya mengajar, tetapi yang lebih penting dari itu guru itu mendidik (berhubungan erat sekali dengan aspek psikologi) dan melatih (memberikan ketrampilan yang baik, yang positif, yang bermanfaat kelak bagi siswanya).

  2. dani mengatakan:

    guru harus ya nyontoh murid mana yg sekolah gak ada tuh karekter bilding kali ada bk ya percuam aja lah murid ya juga kurang ajaran lah karena tidak diajarin karekter lah ya iya sih ya jgan negrok eh malah guru ngerokok guru kcing berdiri mudrid kencing berlari lah mulai ya harus ya ajarin tuh ya murid yg bego kali yayaya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: