KESABARAN GURU MENANTI TUNJANGAN GURU

April 22, 2014

Sampai akhir bulan April 2014, beberapa GPAI (Guru Pendidikan Agama Islam) di Jawa Timur bahkan di Propinsi lain  merana karena TPP (Tunjangan Profesi Pendidik) yang diharap-harapkan belum jua turun,  ada yang terhutang sampai 22 bulan, ada yang 14 bulan, ada yang 4 bulan dan lain-lainnya. Bahkan di Jawa Timur saja jumlah TPP GPAI yang terhutang sebesar 1,5 trilyun. ironisnya beberapa GPAI yang terhutang ada yang sudah pensiun dan bahkan ada yang sudah meninggal.

Sungguh ironis macetnya TPP bagi GPAI ini, kalau ditelusuri dimana sumber macetnya, apakah memang tidak dianggarkan (ketidakpintaran dalam penganggaran), karena kurang rapinya pengadministrasian data keguruan atau memang macet karena negara tidak punya uang, kalau alasan yang ketiga kok tidak mungkin karena seringkali M.Nuh (Mendikbud) menyampaikan kejengkelannya karena uang dana TPP di daerah belum jua dibagikan, bahkan ia mengancam membentuk komisi penyelidik kelancaran penyaluran TPP di daerah, ia juga mempersilahkan kepada para guru untuk melaporkan kepada kepolisian jika ada keterlambatan dalam pencairan TPP yang disengaja oleh pemerintah daerah.

Akibat kejadian ini, beberapa Kabupaten mengadakan unjukrasa damai guna menanyakan kejelasan pencairan TPP yang tertunda, sebagian guru agama islam di kota lain menunggu sampai tahun 2014 ini, jika di tahun 2014 ini tidak cair juga maka akan dilakukan aksi unjukrasa besar-besaran tanpa meninggalkan jam mengajar yang menjadi kewajibannya.

Sebagai seorang guru, pendapat saya pribadi mari kita bersabar seraya berdoa semoga TPP ini segera cair, bagaimanapun guru agama juga manusia yang juga punya hak yang sama untuk menerima tunjangan ini sebagaimana guru umum, meski kita harus lebih sabar menunggu dan arif dalam mensikapi masalah ini, andaikan terpaksa jika Kemenag tetap tidak mencairkan kekurangan TPP yang 20 bulan,14 bulan atau yang lain maka kita ambil langkah yang tegas tanpa meninggalkan kewajiban kita di kelas yaitu mendidik, membimbing dan mengajar anak didik agar kelak mereka menjadi manusia yangsukses dunia dan akhiratnya. amin


PPP MERANA AKIBAT MISKOMUNIKASI

April 22, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Hari-hari ini kita disuguhi tontonan perpecahan di tubuh partai PPP yang dipimpin oleh Suryadarma Ali, hampir semua program TV nasional memberitakan perpecahan ini, dimana PPP pecah menjadi dua firkoh, yang pertama dibawa gerbong Ketumnya Suryadarma dan yang lain dipimpin sang Sekjen Romahurmuzy.

Perpecahan tersebut disatu sisi menampakkan ketidakbecusan manajemen dalam sebuah partai yang dihuni oleh mayoritas muslim, disisi yang lain menampakkan bahwa dipartai tersebut telah terjadi peperangan egoitas para pimpinan yang sudah meninggalkan rasionalitas. bisa dibayangkan seorang ketua partai langsung menyerahkan bulat-bulat suara pemilihnya kepada ketua partai lain dalam pilpres Juli 2014 nanti tanpa ada komunikasi dan kesepakatan utuh dari semua unsur pimpinannya. akibat dari itu, sebagian pimpinan membelot dan mengadakan perlawanan. cerita makin ramai setelah diadakan mukernas yang diadakan sekjen yang selanjutnya memutuskan menonaktifkan ketumnya, cerita makin seru ketika ketum menyampaikan bahwa mukernas itu liar. Yang menjadi pertanyaan, mengapa perpecahan itu terjadi ?

Menurut saya akar permasalahannya, adalah miskomunikasi atau komunikasi yang buntu, kurang cair dan kurang transparan. ketika Suryadarma Ali hadir di kampanye partai Gerindra, harusnya ia menjelaskan kepada unsur pimpinan alasan kehadirannya, ketika memang itu khilaf maka ia harus minta maaf. tidak seharusnya ketika ia ditegur ia marah dan memecat beberapa pimpinan. tindakan itu tidak menyelesaikan masalah dan bahkan menimbulkan masalah baru.

Jadi Komunikasi yang erat, ramah dan hangat merupakan kunci keharmonisan dalam segala pranata kehidupan, sebaliknya karena kurang lancarnya komunikasi yang aktif dan erat negara akan hancur, partai akan pecah, dan rumah tangga akan bercerai berai. Mari kita belajar dari kisah nyata PPP ini dalam hidup kita.

 


OH PEMILUKU, DIMANAKAH KEJUJURAN BERADA ?

April 11, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

jujur

 Hari itu hari bersejarah di negeriku, negeri yang menurutku paling aman dan nyaman, hari bersejarah menentukan pemimpin negeri ini 5 tahun kedepan, masa depan bangsa ini ditentukan oleh pemilu ini, bagaimana pemimpin negeri ini ke depan, jujurkah? cerdaskah ? rendah hatikah ? berpihak kepada rakyat atau pada konglomerat?  mandiri atau disopiri oleh kekuatan asing?. sungguh harapan dari pemilu ini sangat besar untuk melahirkan pemimpin negeri ini yang amanah, relegius, dan tidak koruptif ?

Namun sayang seribu sayang, sebelum pemilu beberapa calon pemimpin  bangsa ini berbuat curang dengan berbagai cara guna melancarkan tujuannya menjadi seorang anggota DPR. beberapa dari mereka ada yang membagi sembako dan  bahkan ada yang membagi uang. Repotnya lagi sebagian masyarakat kita senang adanya bagi-bagi ini, bagi mereka bagi-bagi uang ini anggap aja sebagai uang transport jalan dari rumah ke TPS, meski di TPS tidak ada yang tahu, apa betul ia mencoblos caleg yang memberi uang tersebut.

Perbuatan curang seperti  ini sangat masif namun sulit untuk membuktikannya, karena kedua pihak saling menutupi dan juga saling membutuhkan. si caleg butuh suara si pemilih butuh uang. Alhasil, yang menjadi pertanyaan, bagaimana nasib bangsa ini kedepan, akankah lahir pemimpin yang jujur, amanah dan adil? atau sebaliknya kita mengulang sejarah yaitu lahirnya kembali pemimpin korup seperti yang sering kita lihat dan dengar di media massa. karena bagi mereka, uang yang keluar harus tergantikan meski harus “ngutil”,” korupsi”, dan “ngapusi” . sebagai rakyat kecil semoga caleg seperti itu diberi kesempatan Allah SWT untuk bertaubat sebelum ajal menjemput dan diberi kesadaran tidak berbuat curang seperti itu lagi.


Menjadi Pemimpin yang Dihormati atau Ditakuti

April 7, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Bagaimana kabarnya pembaca blog ideguru? semoga anda semua sehat wal-afiat dalam lindunganNYA. Amin. Oh ya satu atau dua bulan lalu di Surabaya ada mutasi besar-besaran kepala sekolah, para kepsek yang sudah dua dan  tiga  periode dimutasi  menjadi pengawas atau guru. Ada kebanggan bagi kepsek yang diangkat menjadi pengawas sebaliknya bagi kepsek yang menjadi guru kembali sebagian dari mereka ada yang sedih bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak siap dan stress juga.

Sebaliknya bagi guru yang mendapat promosi menjadi kepsek atau bagi kepsek yang baru satu periode yang ditunjuk menjadi kepsek kembali meski di tempat yang baru, perlu menyesuaikan diri dengan keadaan dan situasi di tempat yang baru. Baca entri selengkapnya »


Pergi Haji dengan Dengan Menyuap Petugas

April 4, 2014

Oleh.Mudzakkir Hafidh

berfikirHari kamis, 28 Maret 2014, saya mengikuti Sosialisasi Program Perubahan Pendaftaran Haji dan Umroh di KEMENAG kota Surabaya, Kabid Haji KEMENAG Jawa Timur menjelaskan tentang beberapa kemajuan dan peningkatan kualitas pelaksanaan haji oleh pemerintah, beliau juga menyampaikan agar berhati-hati kepada beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menawarkan program haji murah oleh beberapa travel yang tidak terdaftar, karena dari situlah beberapa penipuan haji terjadi.

Pembicara yang kedua, Drs. Abdul Haris.M.Ag. menyampaikan beberapa perundang-undangan tentang haji terbaru, beliau juga menyampaikan adanya wacana penghapusan Tim Petugas Haji Indonesia (TPHI) yang bukan tenaga medis, karena disinyalir adanya penyelewengan TPHI oleh keluarga para pejabat kota atau kabupaten. atau bahkan dijual kepada beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab. Beliau juga menyampaikan bahwa beberapa alasan seseorang bisa pergi haji terlebih dahulu meskipun pendaftarannya baru terjadi, misalnya calon jamaah haji manula, seorang ayah atau muhrim bisa berangkat lebih dahulu jika istrinya atau ibunya atau anaknya yang terlebih dahulu daftar akan diberangkatkan dengan maksud untuk menjadi muhrim atau pendamping.

Setelah pulang dari acara itu, saya baru sadar betapa banyak orang yang berangkat haji terlebih dahulu padahal ia baru daftar, padahal masyarakat yang lain harus nunggu antrian 5-10 tahun bahkan lebih, mengapa ini terjadi ?

  • Jawaban ke 1, ia adalah keluarga pejabat dengan mengambil jatah TPHI, kalau disana ia hanya pendamping suami atau bapaknya yang pejabat dan tidak bertindak sebagaimana TPHI, ini namanya haji nunut. menurut saya HARAM HUKUMNYA KARENA IA DHOLIM.
  • Jawaban ke 2, ia menyuap petugas haji atau pejabat kemenag setempat dengan mengambil porsi haji yang kosong karena adanya jamaah haji yang gagal bayar atau meninggal dunia atau mengundurkan diri karena sebab lain, meski ini disampaikan oleh Pak Haris seperti ini sangat sulit karena adanya pantauan secara online dari petugas siskohat, wallohu a’lam, kenyataannya masih bisa lolos pantauan itu, jika ia berhaji dengan menyuap agar bisa berangkat lebih dahulu, menurut saya ini SANGAT HARAM. dengan alasan karena adanya penyuapan, selain itu ia dholim kepada kamu muslim lain yang telah daftar lebih dulu.
  • Jawaban yang ke-3, karena ia seorang TPHI yang amanah, seorang calon haji yang karena ia tergolong manula, seorang laki-laki (muhrim) yang diputuskan oleh siskohat karena ia mendampingi orang tuanya yang sudah sepuh, atau istri atau anaknya yang masih kecil.dimana si laki-laki tadi berangkat haji karena ditetapkan oleh petugas haji tanpa menyuap sidikitpun.menurut saya yang ketiga ini halal berangkat  hajinya.

Saya berlindung kepada Allah dan anak keturunan saya agar terhindar dari masalah-masalah seperti ini, karena bagi saya haji adalah karuniah Allah yang hanya diberikan kepada orang yang mampu dan mendapatkannya dengan wajar. kalau ingin haji menurut saya, ikhtiar,berdoa, dan tawakkal serta sabar atas antrian sesuai dengan waktu daftar kita. wallohu a’lam. bagaimana menurut pendapat anda?


JANGAN KELIRU MEMILIH PEMIMPIN

April 1, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

jujurMr. SA seorang mantan anggota DPRD TK II Kabupaten X periode tahun 2009-2014 dan mencalonkan diri lagi dalam pemilu tahun 2014, bersaksi di pengadilan karena dilaporkan PANWASLU setempat karena ia membagi-bagikan uang pada saat kampaye dan gerak jalan di daerahnya.

Dalam persaksian itu, Ia juga menyampaikan bahwa setiap calon anggota legislatif “pasti” mengeluarkan uang  untuk itu, hanya caleg yang tidak punya uang dan niatnya untung-untungan yang tidak berbuat seperti itu. Memang kebobrokan dalam penyelenggaraan pemilu mulai PILKADES sampai PILPRES seringkali terjadi, bahkan pada masyarakat tertentu mereka memilih bukan karena kejujuran dan kredibilatas sang figur calon kepdes, bupati, walikota, caleg atau presiden melainkan berapa besar upeti yang diberikan, pendek kata siapa yang memberi upeti terbesar yang akan dipilih. Baca entri selengkapnya »


SURABAYA VS SINGAPURA DALAM HAL PENGHIJAUAN DI PINGGIR JALAN RAYA

Maret 29, 2014

Oleh Mudzakkir Hafidh

Membahas keasrian serta penghijauan di Surabaya memang tidak ada habisnya, kita sebagai warga Surabaya patut berbangga dengan banyaknya taman kota serta pepohonan yang kian hari semakin asri, meski Kota Surabaya terletak di tepi laut jawa namun dengan banyaknya tumbuhan dan aneka bunga tak terasa panasnya.

Nah, sekarang tidak ada salahnya kita membahas kemajuan taman kota di Kota Surabaya yang semakin hari kian asri ini dengan Kota Singapura, yang mana alhamdulillah penulis pernah berkunjung selama 6 hari untuk mengikuti study banding bersama teman-teman mahasiswa pasca sarjana UNESA Surabaya.

Penghijauan di pinggir jalan raya

Kota Singapura ? he..he..jangan ditanya sepanjang mata memandang selama 6 hari jalan-jalan dari utara ke selatan atau barat ke timur, saya lihat  seluruh jalan raya di kota tersebut di kanan kirinya penuh dengan aneka bunga dan pepohonan yang terawat rapi, sebagian bahkan sampai menutupi jalannya. hampir menyerupai hutan kecil di tengah kota. asri…sejuk…sebagian besar pohonnya sudah besar artinya sudah lama menanamnya, bahkan kata Tour guide kami, pohon-pohon itu dulu khusus didatangkan dari benua Afrika, yang memang mempunyai kelebihan dari pohon pelindung lain yaitu tidak gampang tumbang dan daunnya rindang. Bagaimana jika ada yang sengaja menebang ? wouh…jangan tanya hukumannya berat dan memang itu tidak mungkin dilakukan oleh penduduk Singapura yang taat hukum dan sadar akan kelestarian alam semesta. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.