OH PEMILUKU, DIMANAKAH KEJUJURAN BERADA ?

April 11, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

jujur

 Hari itu hari bersejarah di negeriku, negeri yang menurutku paling aman dan nyaman, hari bersejarah menentukan pemimpin negeri ini 5 tahun kedepan, masa depan bangsa ini ditentukan oleh pemilu ini, bagaimana pemimpin negeri ini ke depan, jujurkah? cerdaskah ? rendah hatikah ? berpihak kepada rakyat atau pada konglomerat?  mandiri atau disopiri oleh kekuatan asing?. sungguh harapan dari pemilu ini sangat besar untuk melahirkan pemimpin negeri ini yang amanah, relegius, dan tidak koruptif ?

Namun sayang seribu sayang, sebelum pemilu beberapa calon pemimpin  bangsa ini berbuat curang dengan berbagai cara guna melancarkan tujuannya menjadi seorang anggota DPR. beberapa dari mereka ada yang membagi sembako dan  bahkan ada yang membagi uang. Repotnya lagi sebagian masyarakat kita senang adanya bagi-bagi ini, bagi mereka bagi-bagi uang ini anggap aja sebagai uang transport jalan dari rumah ke TPS, meski di TPS tidak ada yang tahu, apa betul ia mencoblos caleg yang memberi uang tersebut.

Perbuatan curang seperti  ini sangat masif namun sulit untuk membuktikannya, karena kedua pihak saling menutupi dan juga saling membutuhkan. si caleg butuh suara si pemilih butuh uang. Alhasil, yang menjadi pertanyaan, bagaimana nasib bangsa ini kedepan, akankah lahir pemimpin yang jujur, amanah dan adil? atau sebaliknya kita mengulang sejarah yaitu lahirnya kembali pemimpin korup seperti yang sering kita lihat dan dengar di media massa. karena bagi mereka, uang yang keluar harus tergantikan meski harus “ngutil”,” korupsi”, dan “ngapusi” . sebagai rakyat kecil semoga caleg seperti itu diberi kesempatan Allah SWT untuk bertaubat sebelum ajal menjemput dan diberi kesadaran tidak berbuat curang seperti itu lagi.


Menjadi Pemimpin yang Dihormati atau Ditakuti

April 7, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Bagaimana kabarnya pembaca blog ideguru? semoga anda semua sehat wal-afiat dalam lindunganNYA. Amin. Oh ya satu atau dua bulan lalu di Surabaya ada mutasi besar-besaran kepala sekolah, para kepsek yang sudah dua dan  tiga  periode dimutasi  menjadi pengawas atau guru. Ada kebanggan bagi kepsek yang diangkat menjadi pengawas sebaliknya bagi kepsek yang menjadi guru kembali sebagian dari mereka ada yang sedih bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak siap dan stress juga.

Sebaliknya bagi guru yang mendapat promosi menjadi kepsek atau bagi kepsek yang baru satu periode yang ditunjuk menjadi kepsek kembali meski di tempat yang baru, perlu menyesuaikan diri dengan keadaan dan situasi di tempat yang baru. Baca entri selengkapnya »


Pergi Haji dengan Dengan Menyuap Petugas

April 4, 2014

Oleh.Mudzakkir Hafidh

berfikirHari kamis, 28 Maret 2014, saya mengikuti Sosialisasi Program Perubahan Pendaftaran Haji dan Umroh di KEMENAG kota Surabaya, Kabid Haji KEMENAG Jawa Timur menjelaskan tentang beberapa kemajuan dan peningkatan kualitas pelaksanaan haji oleh pemerintah, beliau juga menyampaikan agar berhati-hati kepada beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menawarkan program haji murah oleh beberapa travel yang tidak terdaftar, karena dari situlah beberapa penipuan haji terjadi.

Pembicara yang kedua, Drs. Abdul Haris.M.Ag. menyampaikan beberapa perundang-undangan tentang haji terbaru, beliau juga menyampaikan adanya wacana penghapusan Tim Petugas Haji Indonesia (TPHI) yang bukan tenaga medis, karena disinyalir adanya penyelewengan TPHI oleh keluarga para pejabat kota atau kabupaten. atau bahkan dijual kepada beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab. Beliau juga menyampaikan bahwa beberapa alasan seseorang bisa pergi haji terlebih dahulu meskipun pendaftarannya baru terjadi, misalnya calon jamaah haji manula, seorang ayah atau muhrim bisa berangkat lebih dahulu jika istrinya atau ibunya atau anaknya yang terlebih dahulu daftar akan diberangkatkan dengan maksud untuk menjadi muhrim atau pendamping.

Setelah pulang dari acara itu, saya baru sadar betapa banyak orang yang berangkat haji terlebih dahulu padahal ia baru daftar, padahal masyarakat yang lain harus nunggu antrian 5-10 tahun bahkan lebih, mengapa ini terjadi ?

  • Jawaban ke 1, ia adalah keluarga pejabat dengan mengambil jatah TPHI, kalau disana ia hanya pendamping suami atau bapaknya yang pejabat dan tidak bertindak sebagaimana TPHI, ini namanya haji nunut. menurut saya HARAM HUKUMNYA KARENA IA DHOLIM.
  • Jawaban ke 2, ia menyuap petugas haji atau pejabat kemenag setempat dengan mengambil porsi haji yang kosong karena adanya jamaah haji yang gagal bayar atau meninggal dunia atau mengundurkan diri karena sebab lain, meski ini disampaikan oleh Pak Haris seperti ini sangat sulit karena adanya pantauan secara online dari petugas siskohat, wallohu a’lam, kenyataannya masih bisa lolos pantauan itu, jika ia berhaji dengan menyuap agar bisa berangkat lebih dahulu, menurut saya ini SANGAT HARAM. dengan alasan karena adanya penyuapan, selain itu ia dholim kepada kamu muslim lain yang telah daftar lebih dulu.
  • Jawaban yang ke-3, karena ia seorang TPHI yang amanah, seorang calon haji yang karena ia tergolong manula, seorang laki-laki (muhrim) yang diputuskan oleh siskohat karena ia mendampingi orang tuanya yang sudah sepuh, atau istri atau anaknya yang masih kecil.dimana si laki-laki tadi berangkat haji karena ditetapkan oleh petugas haji tanpa menyuap sidikitpun.menurut saya yang ketiga ini halal berangkat  hajinya.

Saya berlindung kepada Allah dan anak keturunan saya agar terhindar dari masalah-masalah seperti ini, karena bagi saya haji adalah karuniah Allah yang hanya diberikan kepada orang yang mampu dan mendapatkannya dengan wajar. kalau ingin haji menurut saya, ikhtiar,berdoa, dan tawakkal serta sabar atas antrian sesuai dengan waktu daftar kita. wallohu a’lam. bagaimana menurut pendapat anda?


JANGAN KELIRU MEMILIH PEMIMPIN

April 1, 2014

Oleh

Mudzakkir Hafidh

jujurMr. SA seorang mantan anggota DPRD TK II Kabupaten X periode tahun 2009-2014 dan mencalonkan diri lagi dalam pemilu tahun 2014, bersaksi di pengadilan karena dilaporkan PANWASLU setempat karena ia membagi-bagikan uang pada saat kampaye dan gerak jalan di daerahnya.

Dalam persaksian itu, Ia juga menyampaikan bahwa setiap calon anggota legislatif “pasti” mengeluarkan uang  untuk itu, hanya caleg yang tidak punya uang dan niatnya untung-untungan yang tidak berbuat seperti itu. Memang kebobrokan dalam penyelenggaraan pemilu mulai PILKADES sampai PILPRES seringkali terjadi, bahkan pada masyarakat tertentu mereka memilih bukan karena kejujuran dan kredibilatas sang figur calon kepdes, bupati, walikota, caleg atau presiden melainkan berapa besar upeti yang diberikan, pendek kata siapa yang memberi upeti terbesar yang akan dipilih. Baca entri selengkapnya »


SURABAYA VS SINGAPURA DALAM HAL PENGHIJAUAN DI PINGGIR JALAN RAYA

Maret 29, 2014

Oleh Mudzakkir Hafidh

Membahas keasrian serta penghijauan di Surabaya memang tidak ada habisnya, kita sebagai warga Surabaya patut berbangga dengan banyaknya taman kota serta pepohonan yang kian hari semakin asri, meski Kota Surabaya terletak di tepi laut jawa namun dengan banyaknya tumbuhan dan aneka bunga tak terasa panasnya.

Nah, sekarang tidak ada salahnya kita membahas kemajuan taman kota di Kota Surabaya yang semakin hari kian asri ini dengan Kota Singapura, yang mana alhamdulillah penulis pernah berkunjung selama 6 hari untuk mengikuti study banding bersama teman-teman mahasiswa pasca sarjana UNESA Surabaya.

Penghijauan di pinggir jalan raya

Kota Singapura ? he..he..jangan ditanya sepanjang mata memandang selama 6 hari jalan-jalan dari utara ke selatan atau barat ke timur, saya lihat  seluruh jalan raya di kota tersebut di kanan kirinya penuh dengan aneka bunga dan pepohonan yang terawat rapi, sebagian bahkan sampai menutupi jalannya. hampir menyerupai hutan kecil di tengah kota. asri…sejuk…sebagian besar pohonnya sudah besar artinya sudah lama menanamnya, bahkan kata Tour guide kami, pohon-pohon itu dulu khusus didatangkan dari benua Afrika, yang memang mempunyai kelebihan dari pohon pelindung lain yaitu tidak gampang tumbang dan daunnya rindang. Bagaimana jika ada yang sengaja menebang ? wouh…jangan tanya hukumannya berat dan memang itu tidak mungkin dilakukan oleh penduduk Singapura yang taat hukum dan sadar akan kelestarian alam semesta. Baca entri selengkapnya »


AKAL PIKIRAN VS HAWA NAFSU

Maret 27, 2014

Oleh Mudzakkir Hafidh

berfikirSeperti biasa setelah shalat maghrib setiap minggu sang Kyai memberi tausiyah atau nasihat kepada para santri dan para jamaah yang kebetulan shalat di masjid tersebut. Sang Kyai menyampaikan pesan, “Barangsiapa yang mengedepankan akal pikiranya daripada hawa nafsunya maka sungguh ia beruntung dan selamat, sebaliknya barang siapa yang mendahulukan hawa nafsunya daripada akal pikirnya maka ia akan merugi dan celaka”.

Ketika mendengar itu, seorang murid langsung angan-angannya terbang jauh, renungannya melompat dari batas dinding masjid itu membayangkan beberapa tokoh bangsa dan tokoh agama yang sekarang merana, ia bayangkan bagaimana sosok Anas urbaningrum, Amad eee….ee…salah ahmad Fathonah….ia juga bayangkan…ustadz Lutfi Hasan Ishaq…membayangkan lagi bapak menpora Andi Mallarangen….Oooooooaaaakil Muktar….si Dukun  Guntur Bumi… dll, mereka dulu orang terhormat dan terpandang, mungkin juga mereka dulu adalah teladan bagi masayarakat, tetangganya dan pasti keluarganya. Karena mereka lebih mendahulukan nafsunya daripada akal pikirnya maka nasib mereka jatuh ke jurang kenistaan, bahkan lebih jelek dari comberan. mengapa begitu ? karena mereka adalah orang-orang terdidik dan cerdik pandai. Sayang mereka tidak hati-hati dengan kerasnya kehidupan ini yang penuh tipu daya dan berbagai muslihat keji.

Baca entri selengkapnya »


Berpikir Pragmatis VS Berpikir Idealis

Desember 12, 2013

Oleh

Mudzakkir Hafidh

Judul di atas saya kutip dari perkataan DR. Amin Haedari.M.Pd Direktur PAIS KEMENAG RI, menurutnya guru Indonesia sekarang lebih banyak berpikir sesaat terutama hanya berfikir seputar haknya mendapat tunjangan guru daripada berpikir tentang bagaimana mengajar yang lebih baik, berpikir untuk mencari strategi mengajar yang lebih memudahkan siswa mencerna dan memahami pelajaran tertentu. betul gak ya?..

Kalau dipikir, apakah dengan adanya Tunjangan guru kualitas guru semakin baik, apa tidak sebaliknya permasalahan guru tambah banyak he..he…banyak guru yang menambah istri…banyaknya guru yang cerai…banyaknya guru yang hutang bank….alih-alih mendapat tambahan penghasilan eh…ternyata malah nambah hutang…dengan jaminan sertivikasi….benar tidak ya?….

Mari kita sadar dan evaluasi, bahwa maksud pemerintah memberi tambahan tunjangan guru adalah untuk meningkatkan kualitas guru, harapan pemerintah uang tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru bisa dalam bentuk melanjutkan studi, kursus, membeli laptop, LCD atau yang lain. namun maksud pemerintah ini banyak di salahgunakan, justru yang terjadi uang tersebut digunakan untuk membeli mobil, motor, beristri lagi dll….he..he….betul tidak ya? wallohu a’lam bishshowab


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.